Tiga Eks Kasudin PU Tata Air Jakbar Jadi Tersangka Korupsi

Yogi Bayu Aji    •    11 Agustus 2015 01:28 WIB
kasus korupsi
Tiga Eks Kasudin PU Tata Air Jakbar Jadi Tersangka Korupsi
Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Tony Spontana memberikan keterangan pers mengenai terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Veloso di Kejagung, Jakarta, Rabu (29/7). (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan Agung menetapkan tiga mantan kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat, yakni, W, MR, dan P, menjadi tersangka. Mereka terjerat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar tahun anggaran 2013.

"Dari laporan hasil perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dana kegiatan swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat tahun anggaran 2013 telah ditemukan bukti yang cukup keterlibatan tiga orang sehingga tim penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI akhirnya menetapkannya sebagai tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony T. Spontana dalam keterangannya, Senin (10/8/2015).

W yang merupakan kepala Bidang Sistim Aliran Barat Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta menjabat sebagai kasudin PU Tata Air Jakbar periode April 2013 sampai dengan Agustus 2013. MR adalah kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistim Aliran Timur Dinas Tata Air Propinsi DKI Jakarta dan menjadi kasudin PU Tata Air Jakbar pada November 2012 sampai April 2013. Sementara P, kepala Sudin Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat, menjadi kasudin PU Tata Air Jakbar periode Agustus 2013 sampai dengan Desember 2013.

Tony memaparkan, surat perintah penyidikan terhadap mereka diterbitkan pada 28 Jali lalu. Kejagung, pada hari ini, sudah memeriksa tiga saksi untuk tersangka W. Mereka adalah  Pejabat Pengadaan Sudin PU Tata Air Jakbar pada 2013 Nur Aprileny, Pejabat Pengadaan Sudin PU Tata Air Jakbar 2013 M. Nofiansyah, dan Bendahara Pengeluaran Pembantu Sudin PU Tata Air Jakbar 2013 Geoffrey Rejoice Novena Sopija.

"Ketiga saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 09.00 WIB," jelas Tony.

Saksi Nur Aprileny dan M. Nofiansyah, kata dia, diperiksa soal kronologis penunjukan pihak ketiga dan pengadaan langsung untuk material dan angkutan dalam pekerjaan Swakelola yang diduga fiktif dalam kurun waktu pelaksanaan pada bulan April 2013 sampai Agustus 2013. Sementara, Geoffrey ditanya soal kronologis pengeluaran dana untuk kegiatan swakelola termasuk besarnya jumlah pemotongan uang oleh tersangka W saat menjabat sebagai kasudin PU Tata Air Jakbar periode April 2013 sampai dengan Agustus 2013.

Tony menjelaskan, penetapan ketiga tersangka diawali dengan adanya kegiatan pekerjaan swakelola pada Sudin PU Tata Air Jakbar tahun anggaran 2013. Ada empat pekerjaan senilai kurang lebih Rp66.649.311.310 dalam kegiatan tersebut. 

"Dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan mengingat terdapat pemalsuan-pemalsuan dokumen di dalam kedua laporan tersebut yang seolah-olah telah dilaksanakan oleh pihak ketiga," tambah Tony.

Akibat tindakan ketiga tersangka, negara diperkirakan merugi sekitar Rp19.932.825.000. Angka itu berasal dari pemotongan anggaran kegiatan oleh ketiga tersangka. Rp3.984.697.000 oleh tersangka MR saat menjadi kasudin periode Nopember 2012 hingga April 2013. Rp7.036.653.000 oleh tersangka W saat menjabat pada April 2013 hingga  Agustus 2013. 

"Rp8.911.475.000 oleh Tersangka P saat menjabat kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat pada Agustus 2013 sampai Desember 2013," pungkas Tony.


(OGI)

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente
Tottenham Hotspur 2017--2018

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente

1 hour Ago

Babak 16-besar Liga Champions 2017 -- 2018 akan terasa istimewa bagi striker Tottenham Hotspur …

BERITA LAINNYA
Video /