REI Berharap Pemerintah Perpanjang Penerapan Fixed Rate

Antara    •    11 Agustus 2015 12:43 WIB
rei
REI Berharap Pemerintah Perpanjang Penerapan <i>Fixed Rate</i>
Ilustrasi (FOTO ANTARA/ Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Semarang: Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng) berharap pemerintah memperpanjang penerapan fixed rate atau suku bunga tetap pada sistem pembayaran kredit rumah oleh konsumen.

"Suku bunga tetap selama masa kredit atau paling tidak hingga lima tahun akan mampu meningkatkan penjualan rumah untuk seluruh tipe," kata Wakil Ketua REI Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya Krisnanda Hidayat, di Semarang, Selasa (11/8/2015).

Menurutnya, selama ini yang banyak terjadi adalah suku bunga tetap hanya berlaku di tahun pertama, sedangkan di tahun-tahun selanjutnya berlaku floating rate atau suku bunga mengambang yaitu mengikuti suku bunga yang berlaku saat itu.

"Misalnya fixed rate 7,5 persen berlaku satu tahun pertama, selanjutnya mengikuti suku bunga berlaku. Ini memberatkan bagi konsumen, terutama jika saat itu suku bunga meningkat," jelasnya.

Ia berpendapat, kondisi tersebut dapat memicu Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet di perbankan meningkat. "Akhirnya yang rugi kan juga perbankan. Jadi kami dari pengembang berharap agar perpanjangan waktu untuk suku bunga tetap dapat diterapkan," tegasnya.

Sementara itu, pihaknya juga berharap agar pemerintah tidak melarang inden perumahan yang dilakukan oleh konsumen. Menurutnya, dengan melakukan inden maka para pengembang lebih mudah memperoleh dana untuk biaya pembangunan rumah.

"Tentu dengan penghapusan inden ini akan mengganggu cashflow pengembang. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan harga jual rumah karena kami terpaksa mencari sumber dana dari perbankan yang tentunya akan ada bunga yang harus dibayarkan," pungkasnya.


(ABD)

Thiago Alcantara Cedera Serius
Anderlecht vs Bayern Muenchen

Thiago Alcantara Cedera Serius

1 hour Ago

Kemenangan Bayern Muenchen atas Anderlecht pada matchday kelima Liga Champions 2017 -- 2018 diw…

BERITA LAINNYA
Video /