Asuransi Lokal Masih Terkendala Proyek Infrastruktur Pemerintah

Eko Nordiansyah    •    11 Agustus 2015 15:05 WIB
asuransi
Asuransi Lokal Masih Terkendala Proyek Infrastruktur Pemerintah
Infrastruktur ANT/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Ruang bagi perusahaan asuransi lokal untuk bisa mengkover proyek infrastruktur pemerintah masih tergolong sempit. Apalagi, proyek infrastruktur yang dibiayai oleh asing biasanya sudah diasuransikan kepada perusahaan asuransi asing yang memiliki rating internasional.

"Kalau (modal infrastruktur) yang dari luar negeri secara bilateral itu banyak requirment yang harus dipenuhi oleh pemerintah kita. Dan biasanya mereka juga bawa insurance-nya, requirment-nya salah satunya adalah 
internationality," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Rosan P Roeslani, di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Puaat, Selasa (11/8/2015).

Dirinya menambahkan, tantangan yang kemudian muncul untuk asuransi lokal adalah bagaimana meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta meningkatkan struktur permodalan untuk bisa mendapatkan international rating.

"Tantangan bagi insurance lokal, meningkatkan SDM-nya, meningkatkan struktur permodalannya sehingga bisa mendapatkan international rating sehingga bisa berkecimpung di proyek-proyek infrastruktur yang 
rencananya akan dikembangkan dan disusun oleh pemerintah," jelasnya.

Untuk itu, dengan adanya seminar bagi perusahaan asuransi bisa meningkatkan wawasan dan membuka SDM bagi dunia asuransi. Selain juga diperlukan peran pemerintah untuk memberikan porsi bagi asuransi lokal menjamin proyek infrastruktur pemerintah.

"Diperlukan juga dari peran pemerintah untuk bisa menegosiasikan dengan para lander kita komponen asuransi yang bisa diberikan pada asuransi lokal," pungkas dia.


(SAW)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

2 hours Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /