Pembunuhan Rian Diduga Terencana

Aedy azeza ulfi    •    11 Agustus 2015 17:30 WIB
pembunuhan asisten presdir xl
Pembunuhan Rian Diduga Terencana
Muhammad Iqbal

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menduga pembunuhan Hayriantira alias Rian, 37, terencana. Hingga saat ini, penyidik masih mendalami kasus ini.

"Ada dugaan direncanakan oleh pelaku," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/8/2015).

Iqbal mengatakan, banyak kejanggalan dalam kasus ini. Iqbal enggan menjelaskan kejanggalan yang dimaksud. "Belum dapat dipastikan karena penyidik masih dalami kasus," terang Iqbal.

Motif pembunuhan Rian juga belum dapat disimpulkan karena penyidik masih melengkapi alat bukti. "Saat ini sedang perkuat alat bukti karena tidak cukup hanya motif dari keterangan pelaku. Lie detector hari ini rencana dilakukan," katanya.

Rian yang hilang sejak November 2014 ternyata jadi korban pembunuhan. Keluarga mendapati kabar mengenaskan itu dari sang pembunuh, Andy, 38. Keluarga sempat mendesak Andy untuk mengatakan keberadaan Rian.

(Klik: Keluarga Yakin Ada Motif dan Pelaku Lain di Balik Kematian Rian)

Andy mengakui membunuh Rian pada 30 Oktober 2014 di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat. Berdasarkan pengakuan itu, penyidik Polda Metro Jaya mengonfirmasi ke Polres Garut untuk mengetahui adakah jasad perempuan yang ditemukan saat itu. Hal itu diamini pihak Polres Garut.

Kapolres Garut AKBP Arif Rachman membeberkan, pada 31 Oktober 2014 pihaknya menerima laporan dari karyawan Hotel Cipaganti bahwa ada mayat perempuan di salah satu kamar hotel tersebut. Mayat perempuan itu ditemukan bugil, terendam di bak mandi dengan posisi telungkup.

"Dari keterangan cleaning service, korban sebelumnya masuk bersama teman pria. Check-in sekitar pukul 13.00 WIB pada 30 Oktober," kata Kapolres, Kamis malam 6 Agustus.

Jasad perempuan itu dalam keadaan rusak dan melepuh akibat direndam di air panas. Tak satupun identitas maupun barang milik korban di dalam kamar. "Tidak ditemukan satupun identitas, baik KTP ataupun yang menghubungkan korban dengan identitas," jelasnya.

Pihaknya mencoba mengecek melalui alat pemindai identitas otomatis, sayangnya karena kondisi sidik jari rusak identitas korban tidak terungkap. "Sidik jari telah rusak, karena telah terendam selama sekitar 24 jam," ungkapnya.

Kamera CCTV hotel tidak dapat mengidentifikasi jelas wajah dan pelat nomor mobil yang digunakan oleh tersangka dan korban saat datang ke hotel. "Pelat nomor polisi mobil setelah dicek itu palsu," tuturnya.

Kematian Rian diketahui setelah aparat Polda Metro Jaya mengungkap kasus pemalsuan dokumen oleh Andy. Andy memalsukan tanda tangan Rian untuk menguasai surat mobil korban.

Keluarga kemudian mendekati Andy untuk mengetahui keberadaan Rian. Pria itu mengungkap misteri hilangnya Rian. Penyidik Polres Garut menyita barang bukti berupa sprei dan bantal kamar hotel.

Tetangga Hayriantira, kaget mendengar Sekretaris Presiden Direktur XL itu meninggal karena dibunuh. Mereka tak percaya karena Rian punya perangai yang baik dan ramah terhadap tetangga.
 
"Kaget sekali, waktu itu saya lagi di Puncak. Saya enggak nyangka ada orang tega membunuh Bu Rian," kata Kemala kepada Metrotvnews.com di Perumahan Cluster Griya Tugu Asri Blok B2-2, Depok, Jumat 7 Agustus.
 
Kemala mengira selama ini Rian pergi ke rumah saudara untuk waktu yang panjang karena dua pembantu Rian juga tak kunjung datang.

(Klik: Keluarga Kenal Pembunuh Rian sebagai Paranormal)
 
Sampai akhirnya kematian dan hilangnya Rian terungkap di berbagai media membuat kaget tetangga, termasuk Kemala. Kemala menduga kebaikan asisten Presdir XL itu dimanfaatkan orang lain.


(TRK)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

17 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /