Sejumlah Sekolah di Yogyakarta Diduga Lakukan Pungutan Liar

Ahmad Mustaqim    •    11 Agustus 2015 19:32 WIB
pendidikan
Sejumlah Sekolah di Yogyakarta Diduga Lakukan Pungutan Liar
Rincian biaya operasional sekolah negeri yang dibebankan kepada siswa, Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta bersama LSM yang peduli pendidikan, Sarang Lidi, melayangkan somasi terbuka kepada sekolah se-Yogyakarta. Dua lembaga itu mengaku mendapat laporan dari banyak orang tua bahwa sejumlah sekolah di Yogyakarta melakukan pungutan liar.

Sekretaris Sarang Lidi, Yuliani Putri Sunardi mengatakan mendapat banyak laporan mengenai pungutan liar itu. Yuliani mencontohkan, ada sekolah negeri yang sampai menarik iuran kepada orang tua siswa sebesar Rp3,5 juta. Dana itu untuk keperluan fisik sekolah.

"Biaya seragamnya mencapai Rp1.150.000. Jika digunakan membeli seragam di luar sekolah, biaya itu lebih dari cukup," kata Yuliani di kantor LBH Yogyakarta, Selasa (11/8/2015).

Selain biaya-biaya itu, lanjutnya, sekolah tersebut juga masih menarik pungutan kepada siswa dengan dalih keperluan infak. "Infak itukan nilainya tidak ditentukan, tapi di sekolahnya membatasi minimal sekian rupiah," ucapnya.

Ia menduga, masih banyak sekolah-sekolah negeri yang menarik biaya tinggi dan dengan disertai modus infaq. Di sisi lain, pemerintah sudah memberikan bantuan berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hanya saja, "Orang tua siswa tidak berani untuk tidak menuruti permintaan pembayaran pihak sekolah," tambahnya.

Direktur LBH Yogyakarta, Hamzal Wahyudin menegaskan sekolah negeri sebetulnya dilarang menarik pungutan kepada siswanya. Hal itu diperkuat dengan ada PP Nomor 17 Tahun 2010 yang diubah menjadi PP Nomor 66 Tahun 2010.

"Sekolah negeri dilarang memungut biaya sesen pun. Pungutan dengan jenis apapun tak memiliki dasar hukum," jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Adji mengatakan sekolah negeri diizinkan menarik biaya kepada siswa. Namun, biaya tersebut harus masuk dalam daftar anggaran belanja sekolah. "Iuran yang berat tidak boleh dibebankan kepada siswa yang tidak mampu," kata dia.

Kadarmanta menambahkan, bagi pihak sekolah yang ketahuan menarik pungutan di luar anggaran belanja sekolah dan memberatkan siswa tak mampu bakal memperoleh sanksi tegas. "Sanksi akan diberikan dari instansi di atas sekolah tersebut," cetusnya.

Ahmad Mustaqim


(RRN)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /