BJB Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 12%

Angga Bratadharma    •    11 Agustus 2015 19:39 WIB
bpdbjb
BJB Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 12%
Gedung BJB (Foto: Dokumentasi BJB)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Banten Tbk (BJB) melakukan perubahan atau merevisi pertumbuhan penyaluran kredit sampai akhir 2015 ini. Tak hanya itu, BJB juga melakukan revisi terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Senior Vice President BJB Hakim Putratama menjelaskan, revisi pertumbuhan tersebut dilakukan lantaran situasi dan kondisi perekonomian Indonesia tengah mengalami perlambatan. Hal tersebut yang membuat BJB melakukan revisi, mengikuti pergerakan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

"Kebijakan manajemen BJB melakukan revisi. Revisi pertumbuhan kredit dari 15 persen menjadi hanya tumbuh 12 persen (sampai akhir 2015). Sementara untuk DPK (revisi pertumbuhannya) jadi 10 persen," kata Hakim, saat melakukan media visit dengan Media Group, di Gedung MetroTV, di Jakarta, Selasa (11/8/2015).

Meski mengalami revisi, namun Hakim menyatakan bahwa BJB tengah memperkuat porsi Fee Based Income (FBI). FBI diharapkan terus meningkat dari waktu ke waktu dan nantinya diharapkan bisa mengangkat laju bisnis BJB sampai akhir 2015.

"Kemarin kita sudah kerja sama dengan Alfamart terkait pembayaran PBB. Itu mendatangkan FBI. Akan ada kerja sama lain lagi tentu. Tapi, tunggu tanggal mainnya ya," jelas Hakim.

Sampai dengan kuartal II-2015, BJB telah menyalurkan total kredit sebesar Rp52,2 triliun yang mana komposisi kredit konsumer masih mendominasi hingga mencapai 69 persen dari total kredit. Kredit komersial memiliki porsi 14,54 persen atau Rp7,59 triliun, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 8,62 persen senilai Rp 4,50 triliun dan kredit mikro sebesar 7,53 persen atau senilai Rp3,92 triliun.

Sementara itu, sampai 30 Juni 2015, total aset BJB mengalami kenaikan sebesar 22,1 persen (year on year/yoy) hingga mencapai Rp95,9 triliun. Seiring dengan itu, perseroan pun mencatatkan kenaikan laba bersih mencapai 21,8 persen (yoy) dengan nilai sebesar Rp582 miliar.

"Aset kami perkirakan bisa tumbuh 10 persen di akhir tahun. Tapi, aset itu sifatnya bisa naik bisa turun. Terpenting adalah situasi ekonomi saat ini membuat bank harus lebih kreatif dan jeli. Bahkan, yang penting adalah bagaimana menjaga pertumbuhan itu bisa sustain. Untuk mencapai itu, kita harus jeli melihatnya. Tantangan itu yang dihadapi semua bank," pungkasnya.


(ABD)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

2 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /