BPS Luncurkan Statistik Indonesia 2015

Suci Sedya Utami    •    12 Agustus 2015 12:27 WIB
bps
BPS Luncurkan Statistik Indonesia 2015
Kepala BPS Suryamin saat peluncuran Statistik Indonesia 2015 (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan Statistik Indonesia 2015. Peluncuran publikasi Statistik Indonesia ini dilakukan sebagai hal yang rutin karena sudah dilakukan sejak 2011.

Kepala BPS Suryamin menjelaskan Statistik Indonesia merupakan produk unggulan yang dimiliki BPS. Meski produk unggulan, sayangnya masih banyak pihak, baik pemerintah, peneliti, mahasiswa, maupun media yang belum memanfaatkan secara optimal.

"Inilah tujuan launching Statistik Indonesia 2015. Memberi tahu statistik telah terbit dan bisa di-download di situs BPS," kata Suryamin, dalam sambutannya, di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2015).

Suryamin menerangkan, masyarakat bisa mengakses dan men-download statistik Indonesia bukan hanya untuk data tahun 2015 saja, namun juga data statistik di tahun-tahun sebelumnya bisa di-download secara gratis. Statistik Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan. Pemanfaatan statistik Indonesia mencakup seluruh sektor ekonomi, dan publikasi ini bisa menjadi referensi. 

"Bisa jadi referensi. Sebagai proses monitoring evaluasi kebijakan dan kinerja. Bukan hanya pemerintah tapi kalangan usaha, mahasiswa, peneliti, dan media bisa gunakan untuk melihat secara menyeluruh," jelas Suryamin.

Dalam acara ini tampak hadir Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan mantan Kepala Bappenas/Menteri PPN Armida Alisjahbana. Berdasarkan informasi yang didapat seharusnya Menko Perekonomian Sofyan Djalil dijadwalkan menjadi salah satu pembicara, namun karena suatu alasan Sofyan batal hadir.

Selain itu, tampak hadir juga Kepala Lembaga Sandi Negara, Kepala Badan Penelitian Pengembangan Kemenperin, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, Wakil Sekjen MPR, Kepala Badan Perencanaan Ketenagakerjaan Kemenaker, Ketua Aprindo, Chief Sosial Policy Cluster UNISEF, dan Direktur Eksekutif BI.


(ABD)