Anak Musdalifah Tewas Dibunuh Gara-Gara Tagih Hutang

Lukman Diah Sari    •    12 Agustus 2015 19:54 WIB
pembunuhan jabodetabek
Anak Musdalifah Tewas Dibunuh Gara-Gara Tagih Hutang
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Musyarofah, 37, dilaporkan hilang oleh sang ibu. Namun kini Musdalifah, 55, menerima kabar buruk jika sang putri telah ditemukan dibunuh oleh rekan prianya, BU, yang kini jadi tersangka dan diamankan .

Direksrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkap, BU kesal dengan Musyarofah lantaran terus ditagih hutang sebesar Rp50 juta.

"Pada 31 Mei, ada pelaporan kehilangan kelurga di Tanjung Priok. Orang tua korban, Hj Musdalifah melapor ke Polsek Tanjung Priok," jelas Krishna menerangka awal pengungkapan identitas korban, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2015).

Polda mendapat kesamaan ciri dari penemuan mayat berjenis kelamin perempuan yang ditemukan pada 24 Juni di Balaraja, Tangerang. "Pada 24 Juni ditemukan oleh warga yang sedang mencari belut di kolam," kata dia.

Saat ditemukan warga, Polsek Balaraja dan Polda Metro Jaya lakukan penyelidikan guna mengetahui identitas korban. Kemudian korban diketahui bernama Musyarofah, wanita yang dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, didapat informasi bahwa korban terakhir berkomunikasi dengan BU pada 31 Mei. Mereka pun lantas bertemu di Desa Sentul, Balaraja, Tangerang guna membicarakan piutang tersangka.

"Bahwa korban terakhir berhubungan tersangka. Dan ini berkaitan dengan hutang piutang. Korban pernah memberikan hutang, dengan perjanjian bisnis. Tapi dilihat bisnisnya tak jelas dan tak ada kelanjutan. Korban menagih uangnya, setelah itu dibunuh," beber Krishna.

Kesal lantaran terus ditagih, Krishna menuturkan, tersangka membentak dan memukul korban di bagian leher kanan hingga tak sadarkan diri.

Tersangka yang panik, coba membangunkan korban namun tak kunjung sadarkan diri. "Karena takut, korban dibawa tersangka ke kolam yang letaknya di belakang pabrik batu conblok dengan digendong," jelasnya.

Sesampainya di dekat kolam, tersangka mencari tali tambang guna mengikat kaki korban dan mengaitkannya dengan batu kastin. Tapi tubuh korban masih mengambang.

"Karena masih terapung, tersangka mengambil batu kastin lagi dan meletakannya di punggung korban agar tenggelam," bebernya.

Setelah korban tenggelam, tersangka langsung menggondol tas korban yang berisi uang tunai Rp450 ribu juga telepon seluler.

Korban yang merupakan mantan TKW, mengenal tersangka dari kerabatnya Marzuki. Tersangka berhasil dicokok pada 11 Agustus lalu oleh Polda Metro Jaya. Kini tersangka terancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

"Sementara ini, tersangka mengakui melakukan sendirian. Dia terancam Pasal 338 dan Pasal 365. Kalau untuk Pasal 340 (pembunuhan berencana) masih pengembangan. Ancaman hukuman 15 tahun," tukasnya.


(SUR)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

15 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /