Harga Minyak Menguat Usai Pasokan AS Menurun

Antara    •    13 Agustus 2015 08:32 WIB
minyak mentah
Harga Minyak Menguat Usai Pasokan AS Menurun
Ilustrasi minyak -- FOTO: Reuters/Lucy Nicholson/

Metrotvnews.com, New York: Harga minyak sedikit menguat dari posisi terendahnya selama enam tahun pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena pasokan minyak Amerika Serikat turun dan dolar melemah.

Harga patokan minyak mentah light sweet AS atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 22 sen menjadi berakhir di USD43,30 per barel di New York Mercantile Exchange.

AFP melansir, Kamis (13/8/2015), sehari sebelumnya harga kontrak AS ditutup pada tingkat terendah sejak Maret 2009. Sementara harga patokan Eropa, minyak mentah Brent, untuk pengiriman September naik 48 sen menetap di USD49,66 per barel di perdagangan London.

"Kami sudah kembali di wilayah positif, tapi secara keseluruhan reaksinya kurang antusias," kata Kyle Cooper dari IAF Advisors.

Adapun persediaan minyak AS merosot 1,7 juta barel dalam pekan yang berakhir 7 Agustus, dengan produksi dalam negeri jatuh 70.000 barel per hari menjadi sekitar 9,4 juta barel per hari, menurut data yang dirilis oleh Departemen Energi AS.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari kemunduran dolar pada Rabu, karena langkah Tiongkok mendevaluasi mata uangnya terhadap dolar memicu spekulasi Federal Reserve AS akan bergerak lebih lambat untuk menaikkan suku bunganya.

Dolar yang lebih murah mengangkat permintaan minyak mentah di luar AS, yang diperdagangkan dalam mata uang AS di pasar internasional. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan dalam laporan bulanannya bahwa permintaan minyak dunia akan naik 1,6 juta barel pada 2015, tingkat tercepat dalam lima tahun terakhir.

IEA memberikan angka bervariasi tentang keadaan keseluruhan pasar. Harga minyak AS telah jatuh dari lebih dari USD90 per barel tahun lalu. IEA mengatakan kelebihan pasokan yang cukup besar tetap menjadi pengatur di pasar minyak, berkat produksi yang kuat dari anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).


(AHL)

Video /