Komisioner KY Harap Luhut Lanjutkan Upaya Mediasi Sarpin-KY

Adhi M Daryono    •    13 Agustus 2015 18:26 WIB
reshuffle kabinetsarpin effect
Komisioner KY Harap Luhut Lanjutkan Upaya Mediasi Sarpin-KY
Imam Anshori Saleh. Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisioner Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh berharap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan melanjutkan upaya mediasi Hakim Sarpin Rizaldi dan dua Komisioner KY. Luhut diminta meneruskan pendahulunya Tedjo Edhy Purdijatno.  

"Pak Tedjo yang sudah berbaik hati, tapi diganti. Paling tidak nantinya kami mengingatkan (menteri baru) komitmen awal pemerintah untuk mediasi," ujar Imam usai memperingati hari ulang tahun ke-10 KY di Gedung KY , Jakarta, Kamis (13/8/2015). 

Imam berharap, Luhut terus berinisiatif memedisiasi kedua belah pihak yang bertikai. Bahkan, jika memungkinkan, hingga berujung damai.

Imam juga berharap, pertikaian Sarpin dan Suparman Marzuki serta Taufiqurrohman Syahuri tidak sampai ke pengadilan, tapi bisa dituntaskan secara kekeluargaan. "Berkas sudah dilimpahkan. Kita serahkan ke kejaksaan, mudah-mudahan mediasi tercapai. Kalau berlanjut saya khawatir jadi preseden buruk," ujar Imam.

Di sisi lain, Luhut justru enggan memediasi konflik Sarpin dan Komisioner KY. Menurutnya, urusan dan tugas Menkopolhukam jauh lebih berat dan serius daripada sekadar konflik seorang hakim dengan dua pengawasnya. Urusan tersebut adalah mengatasi persoalan ekonomi global dan domestik yang kian mengkhawatirkan.

"Menurut saya itu urusan internal mereka. Biar mereka selesaikan (sendiri). Enggak usah kita mengangkat-ngangkat yang tak perlu diangkat ke atas. Masih banyak masalah serius lain yang perlu kita selesaikan," kata Luhut di sela-sela sertijab di Ruang Parikesit, Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015).

Sebelumnya, hakim Sarpin melaporkan dua komisiner KY, Suparman dan Syahuri dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri. Pelaporan itu setelah KY menerbitkan putusan pleno dengan menjatuhkan sanksi enam bulan nonpalu kepada Sarpin. Kemudian, Bareskrim Polri menetapkan kedua komisioner KY tersebut menjadi tersangka. Berkas perkara keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung. 


(KRI)

Video /