Fuad Tampung Uang Miliaran Rupiah di Rekening Ajudan

Renatha Swasty    •    13 Agustus 2015 18:50 WIB
fuad amin imron
Fuad Tampung Uang Miliaran Rupiah di Rekening Ajudan
Fuad Amin Imron. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Camat Kamal, Surabaya, Mohammad Hasan Faisol, mengaku meminjamkan rekening kepada Fuad Amin Imron. Rekening Faisol kemudian menjadi penampung uang yang diduga dari hasil kejahatan Fuad Amin. 

Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama Faisol. Dalam BAP Nomor 8 terungkap, Faisol sempat jadi ajudan Fuad sebelum menjadi camat. Saat itulah, Fuad meminjam rekening Faisol. 

"Dapat saya jelaskan sekitar 2008, saat saya menjadi ajudan Bupati Bangkalan, Fuad Amin, saya pernah diminta tolong beliau untuk dipinjam rekeningnya sebagai tempat penampungan uang Fuad Amin tersebut. Awalnya Fuad Amin berkata pada saya bahwa dia memerlukan rekening itu untuk menyimpan uang, sebab apabila dikatakan disimpan di rekening milik Fuad Amin dan keluarganya yang mana beliau sebagai pejabat publik, beliau terpantau," kata Jaksa KPK saat membacakan BAP dalam sidang lanjutan Fuad Amin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Terkait pernyataan itu, Jaksa bertanya pada Faisol yang menjadi saksi, tapi dia berkelit. Namun, saat dicecar Hakim Ketua Mohamad Muhlis, ia mengaku.

"Benar keterangan saudara saat itu?" cecar Hakim Muhlis

"Benar," jawab Faisol.

"Untuk tempat penampungan benar?" tanya Hakim Muhlis.

"Seingat saya iya," jawab Faisol.

Dalam persidangan Faisol juga mengaku, pernah diminta membuka rekening oleh Fuad. Saat itu, Fuad meminta Faisol membuka rekening di Bank Mandiri.

Fuad juga yang memberikan uang pembukaan rekening sejumlah Rp5 juta. Awalnya, kata dia, buku tabungan dan ATM dipegang dirinya, tapi belakangan diminta Fuad.

"Waktu itu, ayo buka rekening. Tahu-tahu ada uang Rp5 juta, waktu pertama kali saldo awalnya Rp5 juta dari beliau dikira buat saya, karena awalnya dipegang saya. Karena beliau sering suruh saya bisnis apa, buat beli tanah," ungkap Faisol.

Tak hanya satu rekening, Fuad juga pernah meminjam KTP Faisol untuk pembukaan rekening lain. Juga dipinjam namanya untuk pembelian tanah. Tapi, usai itu, Faisol mengaku tidak tahu menahu perihal rekening dan tanah yang dibeli menggunakan namanya.

Dalam dakwaan diketahui Jaksa penuntut umum mendakwa Ketua DPRD Bangkalan nonaktif Fuad Amin Imron mencuci uang sebesar Rp229,45 miliar. Fuad dinilai berbuat jahat dengan menempatkan, mentransfer, membawa ke luar negeri, atau menyembunyikan hartanya.

Menurut jaksa, politikus Gerindra itu menempatkan duitnya di penyedia jasa keuangan dengan saldo akhir Rp139,73 miliar dan USD326,091 (sekitar Rp4,23 miliar). Dia juga membayar asuransi sejumlah Rp4,23 miliar. Fuad menggunakan duitnya untuk pembelian kendaraan bermotor sejumlah Rp7,177 miliar, tanah, dan bangunan sejumlah Rp94,9 miliar.

Akibat perbuatannya, KPK menjerat dengan Pasal 3 UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP. Ancaman penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar.


(KRI)


Video /