Minggu-Selasa, Pedagang Ayam di Bogor, Jakarta, Sukabumi Mogok

Dede Susianti    •    13 Agustus 2015 19:05 WIB
daging ayam
Minggu-Selasa, Pedagang Ayam di Bogor, Jakarta, Sukabumi Mogok
Ilustrasi ayam potong. (Antara/Rahmad)

Metrotvnews.com, Bogor: Pemilik rumah potong hewan (RPH), pedagang, broker, dan peternak ayam sepakat menghentikan aktivitas sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga ayam potong. Jalur distribusi bakal diblokade.

Kesepakatan tersebut muncul setelah para pelaku di rantai industri daging ayam melakukan konsolidasi di Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan hari ini, Kamis (13/8/2015), mereka mengklaim aksi mogok akan diikuti pedagang ayam di Jakarta dan Sukabumi.

"Tanggal 16 hingga 18 Agustus atau Minggu, Senin dan Selasa, pemotong, broker se-Bogor tidak ada yang jualan. Sukabumi dan Jakarta yang sentralnya di Pulo Gadung juga akan ikut kita. Kami sudah komunikasikan dengan koordinatornya," kata Sahroni, anggota Paguyuban Pengusaha Ayam Pondok Rumput Bogor yang didaulat sebagai juru bicara.

Sahroni mengatakan, pedagang geram terhadap melambungnya harga ayam. Para pedagang di pasar tidak mampu berjualan karena tingginya harga. Harga eceran pasar untuk karkas ayam Rp38 ribu-Rp40 ribu per kilogram. Karkas adalah bagian tubuh unggas tanpa darah, bulu, kepala, kaki, dan organ dalam. Sementara harga ayam hidup dibanderol Rp22 ribu-Rp25 ribu per ekor.

Tri Kisowo Jumino, anggota paguyuban yang juga pemilik salah satu RPH di Bogor mengatakan, aksi mogok ini sebagai wujud keprihatinan karena tingkat kenaikan harga tidak wajar. "Tertinggi dalam sejarah, sejak lima tahun bahkan sebelumnya, baru kali ini harga ayam tembus Rp40 ribu. Tahun lalu harga ayam naiknya jadi Rp21 ribu per kilogram dari normalnya Rp17 ribu per kilogram," katanya.

Akibat kondisi ini, paguyuban mengklaim, banyak pedagang ayam terpaksa gulung tikar karena tidak mampu mengikuti kenaikan harga. "Enggak ada untung. Padahal biasanya, dari per ekor saya dapat untung Rp1.500. Sekarang untuk dapat untung Rp500 susah," kata Sony Listen, Ketua Paguyuban Pengusaha Ayam Bogor sekaligus pemilik RPH Pondok Rumput, yang saat ini mempekerjakan 24 karyawan.

Sahroni menimpali, pihaknya akan melakukan sosialisasi rencana libur jualan dan pemotongan ke seluruh pedagang, RPH, broker yang ada di wilayah Bogor, Sukabumi dan Jakarta.

"Kita akan buat surat edaran. Kemudian teknisnya pas aksi, di lapangan atau di pasar akan ada razia. Kemudian di jalan, kita akan menyetop angkutan yang akan mendistibusikan. Kita tutup, kita minta mereka untuk balik. Tapi secara sopan dan tidak anarkis," jelas Sahroni.

Jalur distribusi yang akan diblokade di antaranya Bojong Kokosan, basis atau pintu masuk ke Sukabumi, serta yang jalur ke Lewiliang.


(SAN)