Komnas HAM Temukan Indikasi Pungutan terhadap Warga Terdampak Jatigede

Jaenal Mutakin    •    13 Agustus 2015 19:21 WIB
waduk jatigede
Komnas HAM Temukan Indikasi Pungutan terhadap Warga Terdampak Jatigede
Keluarga besar Nonoman Kerajaan Sumedang Larang menentang penggenangan Waduk Jatigede, Metrotvnews.com/ Ismail

Metrotvnews.com, Bandung: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan indikasi pungutan liar terhadap orang terkena dampak (OTD) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat. Komnas HAM pun meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menindak indikasi tersebut.

"Sejauh ini diduga ada pungutan kepada warga terdampak Jatigede. Tapi ini masih memerluan kroscek kebenarannya," kata Ketua Komnas HAM, Nur Kholis, di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/8/2015).

Nur Kholis mendesak oknum yang melakukan pungutan segera menghentikan tindakan tersebut. Ia juga meminta oknum mengembalikan pungutan itu karena warga di sekitar pembangunan proyek waduk Jatigede sedang bermasalah. Sebab belum semua warga di sekitar waduk sudah menerima uang santunan dampak dari proyek tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima laporan tersebut. Ia berjanji segera usut dugaan itu. Bila dibiarkan, katanya, tindakan itu akan merugikan banyak pihak.

"Menurut laporan Komnas HAM, ada pungutan Rp300 ribu per kepala keluarga. Kalau dikumpulkan dari 11 ribu kepala keluarga, nilainya sangat besar. Bisa mencapai Rp3,3 miliar," kata Deddy.

Lantaran itu, Deddy meminta jajarannya menemukan orang yang melakukan tindakan itu. "Harus ditindak tegas," ujarnya.


(RRN)

Video /