Dituduh Mencuri, TKI Dijebloskan ke Penjara Mekah

Githa Farahdina    •    13 Agustus 2015 19:26 WIB
tki bermasalah
Dituduh Mencuri, TKI Dijebloskan ke Penjara Mekah
Keluarga Tuara/Foto Dok POSPERTKI

Metrotvnews.com, Jakarta: TKI overstayer asal Pamengkasan, Jawa Timur, Tuara binti Pukarto, dijebloskan ke penjara di Mekah, sekitar enam bulan lalu. Tuara dituduh melakukan pencurian saat sang majikan tidak berada di rumah.

Berdasarkan penelusuran anggota POSPERTKI Mustofa terhadap pihak keluarga Tuara di Dusun Gersik, tuduhan majikan Tuara sama sekali tak konsisten. Awalnya, sang majikan menuduh Tuara mencuri uang sebesar 125 Riyal Saudi (SAR), setelah itu berubah lagi menjadi 150 SAR, dan terakhir tuduhan tersebut berubah dengan tuduhan Tuara mencuri emas.

"Tuara sudah dipenjaran enam bulan di Kota Mekah. Kami tidak mengetahui nomor kontak beliau. Karena setiap dia telepon dari dalam penjara, nomornya tidak keluar di kami,” kata keluarga Tuara seperti dikutip dari laman pospertki.org, Kamis (13/8/2015).

Komunikasi terakhir Tuara yang kini di tahan di penjara Zahir Kota Mekah kepada keluarga terjadi Rabu 12 Agustus. Sang kakak, Safni, yang dihubungi Ketua Umum POSPERTKI Saudi Arabia menjelaskan kronologis sampai Tuara ditahan.

“Enam bulan lalu, Tuara bersama majikannya menghadiri acara pernikahan. Tetapi tiba–tiba Tuara disuruh pulang duluan oleh majikannya. Setelah itu, beliau dituduh mencuri oleh majikannya,” ungkap Safni.

Sementara sebelum sebelum berstatus overstayer, Tuara bekerja di kota Yanbu. Beliau berangkat ke Arab Saudi pada April 2010 melalui PT Buana Rizki Duta. Karena mendapat perlakuan tidak baik, Tuara melarikan diri dari majikan aslinya dan bekerja di Mekah, bersama majikan yang memenjarakannya saat ini.

Dalam kasus tersebut, Ramida Muhammad menilai ada kemungkinan majikan menjebak Tuara. Namun, belum diketahui apakah sudah ada bantuan perwakilan pemerintah di Arab Saudi untuk Tuara.

“Kami akan segera laporkan kasus ini ke KJRI Jeddah, agar Tuara Binti Pukarto mendapat bantuan hukum dari Pemerintah. Kalaupun terbukti, kehadiran Pemerintah setidaknya bisa memperjuangkan untuk mendapatkan keringanan, tetapi bila tidak terbukti tentu harus dibebaskan serta dituntut balik.” kata Ramida Muhammad.


(OJE)


Video /