Jangan Gaduh karena Kabinet Dirombak

Anggitondi Martaon    •    13 Agustus 2015 20:01 WIB
reshuffle kabinet
Jangan Gaduh karena Kabinet Dirombak
Enam menteri hasil reshuffle. Foto: AFP

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai publik tidak perlu gaduh menanggapi reshuffle Kabinet Kerja. Menurutnya, perombakan kabinet lumrah terjadi di pemerintahan.

"Jangan sampai reshuffle terus menjadi gaduh dan dijadikan ajang untuk berspekulasi‎, bahasannya itu-itu saja seakan-akan ada proses sihir, paska reshuffle akan ada perubahan pada output jangka panjang. Itu tidak tepat.‎ Zaman pemerintahan SBY juga beberapa kali terjadi reshuffle," kata Yunarto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2015).

(Klik: Kondisi Ekonomi Alasan Utama Jokowi Ganti 6 Menteri)

Dia menilai, nama-nama yang dipilih Presiden Joko Widodo menggantikan menteri sebelumnya sudah tepat. Seperti mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menggantikan ‎Sofyan Djalil menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memiliki pengalaman yang baik dan diterima di bidangnya.

"Dengan munculnya nama seperti Darmin, Luhut Panjaitan, dan Rizal Ramli, tiga orang ini lebih memiliki pamor dan track record di bidang itu. Publik juga tahu mereka punya pengalaman di bidang itu," katanya.

(Klik: Jadi Menteri, Akankah Rizal Ramli Tetap Vokal?)

Selain itu, Yunarto berpandangan reshuffle juga ditujukan untuk perbaikan kinerja menteri di bidangnya masing-masing karena dinilai belum maksimal sejak dilantik 27 Oktober 2014 lalu.

"(Reshuffle) juga upaya perbaikan sektor hulu ke hilir. ada kelemahan 10 bulan pertama sejak dilantik, ada kritik besar khususnya dalam perencanaan APBN dan soal tingkat pertumbuhan ekonomi, karena yang dilihat publik adalah harga," jelasnya.


(TRK)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /