Pilkada Surabaya 2015

Panwaslu Belum Bisa Teliti Berkas Rasiyo-Dhimam

Amaluddin    •    13 Agustus 2015 20:09 WIB
pilkada serentak
Panwaslu Belum Bisa Teliti Berkas Rasiyo-Dhimam
Rasiyo-Dhimam saat mendaftar ke KPU Kota Surabaya. Foto: Antara/Herman Dewantoro

Metrotvnews.com, Surabaya: Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya tak bisa meneliti berkas pendaftaran pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuaraid.

Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu kota Surabaya, Sofwan, beralasan tak memiliki waktu untuk meneliti berkas tersebut.

"Kami belum bisa menyimpulkan karena belum ada waktu untuk masuk ke KPU dan meneliti berkas pasangan calon," kata Sofwan, di Surabaya, Kamis (13/8/2015).

Sofwan mengatakan Panwaslu tak bisa bergerak karena masih menunggu hasil verifikasi berkas pendaftaran.

Koalisi Majapahit meminta Panwaslu Kota Surabaya memberi sanksi terhadap KPU Kota Surabaya yang meloloskan pendaftaran Rasiyo-Dhimam. Padahal, koalisi menduga ada cacat hukum dalam berkas pendaftarannya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Koalisi Majapahit, Muhammad Soleh, menyayangkan sikap KPU dan Panwaslu yang dinilai lambat menyikapi berkas pendaftaran Rasiyo-Dhimam.

"Pasal 41 PKPU Nomor 9 jelas menyebutkan ada tiga syarat kumulatif yang tidak boleh dipisah dan wajib dipenuhi saat pendaftaran," kata Soleh.

Koalisi Majapahit sebelumnya mempertanyakan dokumen rekomendasi DPP Partai PAN terhadap pasangan Rasiyo-Dhimam yang hanya berupa dokumen hasil pemindaian.

Soleh menilai hal itu tidak sesuai Pasal 42 ayat 3 PKPU. "Dalam pendaftaran calon, baru kali ini ada rekomendasi berupa scan (pemindaian) dan itu diloloskan KPU," katanya.

Soleh menuntut Panwaslu Kota Surabaya memberikan sanksi tegas, baik berupa perdata atau pidana, terhadap KPU dan mengeluarkan rekomendasi menolak pendaftaran pasangan Rasiyo-Dhimam Abror.

"Dengan begitu, pilwali Surabaya tetap satu pasangan calon dan harus ditunda hingga 2017," tandasnya.


(UWA)