KNTI: Potensi Lahan Tambak Udang Banyak Terlantar

Antara    •    13 Agustus 2015 20:31 WIB
kelautan dan perikanan
KNTI: Potensi Lahan Tambak Udang Banyak Terlantar
Ilustrasi udang ANT/Irwansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak pemerintah memaksimalkan potensi lahan tambak udang yang terlantar di berbagai daerah guna meningkatkan daya saing salah 
satu komoditas unggulan sektor kelautan dan perikanan tersebut.

"Kita tidak boleh cepat puas dan terbuai hanya hanya karena disebut-sebut sebagai salah satu negara dengan potensi luas lahan tambak terbesar di dunia, mencapai 2,9 juta hektare," kata Ketua Umum KNTI Muhammad Riza Damanik di Jakarta, Kamis (13/8/2015).

Menurut Riza Damanik, faktanya dari potensi lahan tersebut, dari jumlah itu baru termanfaatkan sebesar sekitar 650 ribu hektare, itu pun sebagian besar dikelola dengan tidak efisien dan bahkan terbengkalai.

Ketum KNTI mengingatkan dalam kajian Journal of International Food and Agribusiness Marketing, Indonesia tercatat pada urutan kedua setelah Filipina dalam ranking daya saing produk udang beku di ASEAN.

Sedangkan untuk produk komoditas udang segar, lanjutnya, Indonesia berada pada posisi urutan ketiga setelah Filipina dan Thailand. Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Bank Indonesia mengembangkan ekonomi kerakyatan di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, berbasis tambak udang.

"Budi daya udang bisa dilakukan dengan beberapa sistem seperti tradisional, tradisional plus, semi intensif, intensif dan bahkan super intensif sehingga menjadikannya sebagai pilihan untuk peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan," katanya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menganjurkan mereka untuk berbudi daya udang ramah lingkungan dengan memperhatikan dan memelihara lingkungan mangrove di sekitar tambak.

Slamet Soebjakto menjelaskan udang masih jadi komoditas utama dan primadona untuk dikembangkan di Tanah Air. Pasarnya yang masih terbuka lebar baik untuk ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan domestik, budidaya udang sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, perekonomian daerah dan mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Untuk itu, udang yang berkelanjutan merupakan keharusan, agar usaha yang dilakukan juga berkelanjutan. Padat tebar 70 - 80 ekor per meter persegi cukup memberikan keuntungan bagi pembudidaya.

"Sesuai arahan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, usaha budidaya harus mampu menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan dan Kota Pekalongan membuktikannya dengan membangun
Technopark berbasis perikanan budi daya, yang tentunya sangat mendukung kemandirian dan keberlanjutan tersebut," tuturnya.


(SAW)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

1 day Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /