Pidato Kenegaraan, Jokowi Ingatkan soal Kebijakannya Menaikkan BBM

Surya Perkasa    •    14 Agustus 2015 10:44 WIB
pidato kenegaraan
Pidato Kenegaraan, Jokowi Ingatkan soal Kebijakannya Menaikkan BBM

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali soal kebijakan di awal kepimpinannya, yaitu mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Saya harus menghentikan praktik yang tidak benar. Langkah  awal yaitu mengurangi subsidi bbm. Kita tinggalkan perilaku konsumtif," kata Jokowi saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Dia mengatakan, subsidi yang telah dikeluarkan pemerintah begitu saja dibakar di jalan raya. "Subsidi BBM dinikmati mobil pribadi bukan di gunung dan di pesisir. Ini praktik tidak benar. Seharusnya subsidi dapat untuk membangun sekolah, rumah sakit, perlindungan sosial, dan infrastruktur," imbuhnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM. Ia mengaku enggan membakar anggaran sebesar Rp714 triliun hanya untuk subsidi BBM. Sementara, total anggaran pembangunan infrastruktur dan sektor kesehatan tidak lebih dari Rp700 triliun.

Jokowi menjelaskan, dalam APBN 2015 senilai Rp2.039 triliun, pemerintah hanya menganggarkan Rp303 triliun untuk subsidi BBM. Dengan demikian negara mendapatkan dana tambahan Rp100 triliun lebih yang bisa dialokasikan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan infrastruktur, transportasi, sektor pendidikan, dan kesehatan.

Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM di Istana Merdeka pada Senin 17 November 2014. Baik premium maupun solar naik sebesar Rp2.000 per liter. Harga preminum naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter, sedangan solar naik dari Rp5.500 menjadi Rp6.500 per liter.


(YDH)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

1 day Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /