Presiden Ajak Rakyat Bersatu Hadapi Masalah dan Cobaan

Desi Angriani    •    14 Agustus 2015 11:20 WIB
pidato kenegaraan
Presiden Ajak Rakyat Bersatu Hadapi Masalah dan Cobaan
Presiden Joko Widodo menyampaikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2015. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo sadar Indonesia menghadapi banyak masalah dan cobaan. Belajar dari sejarah, Presiden mengajak rakyat bersatu memecahkan masalah.

Di bidang kesehatan, Presiden mengungkapkan, gizi buruk dan angka kematian ibu relatif tinggi masih menjadi masalah utama. Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah baru mencapai sekitar delapan tahun dari 12 tahun wajib belajar.

Selain itu, Indonesia juga belum mentas dari kemiskinan dan kesenjangan sosial, baik antarkelompok masyarakat maupun antarwilayah. Presiden prihatin, fenomena kekerasan terhadap anak meningkat.

"Indonesia juga dihadapkan pada beberapa cobaan. Letusan Gunung Sinabung, Gunung Raung, hujan salju di Papua, dampak El-Nino, serta perubahan iklim. Tanpa diduga, beberapa bulan lalu pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di Medan dan merenggut sejumlah prajurit terbaik kita dan masyarakat sipil," kata Presiden dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-70 RI, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Presiden memastikan pemerintah tidak hanya berpangku tangan. Dengan kemampuan yang ada, pemerintah memberikan bantuan dan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah. Pemerintah memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para prajurit yang gugur akibat jatuhnya pesawat Hercules.

"Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sejarah telah mengajarkan kepada kita, kunci untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut adalah persatuan," tegasnya.

Presiden menyebut di awal kemerdekaan, Bangsa Indonesia terus dihadapkan pada persoalan besar, melawan penjajah yang ingin kembali berkuasa.

Dalam kondisi sulit seperti itu, hubungan antara pemimpin dengan pemimpin, antara pemimpin dengan rakyat, dan antara rakyat dengan rakyat, justru terjalin sangat erat dan mendalam.

"Semangat persatuan mereka laksana semen yang menyatukan butir-butir pasir menjadi pilar yang kokoh. Karena persatuan itu, kita tetap menjadi bangsa yang merdeka dan bermartabat."

Oleh sebab itu, dia menyampaikan, untuk mengatasi seluruh persoalan bangsa dewasa ini, semua lapisan masyarakat harus tetap utuh, bekerja bahu membahu, tidak boleh terpecah belah oleh pertentangan politik dan kepentingan jangka pendek.

"Sehingga kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan dapat terwujud," tutur Presiden.


(TRK)