Simposium Pengadilan Konstitusi Asia

Simposium AACC 2015 Bahas Penguatan Hak Konstitusional Warga Negara

Coki Lubis    •    15 Agustus 2015 18:12 WIB
mksimposium mk
Simposium AACC 2015 Bahas Penguatan Hak Konstitusional Warga Negara
foto: Antara/dok.

Sejak tahun lalu hingga 2016 mendatang, Mahkamah Konstitusi (MK) RI menjabat sebagai Presiden Association of Asian Constitutional Court (AACC), asosiasi para hakim konstitusi di Asia. Pada 14-17 Agustus 2015, MKRI menjadi tuan rumah simposium AACC. Sehubungan dengan kegiatan penting ini, Metrotvnews.com menghadirkan serangkaian tulisan tentang sepak terjang MK dan simposium AACC di Jakarta. 


Metrotvnews.com, Jakarta: Berkat keberadaaan Mahkamah Konstitusi, hak-hak konstitusi warga negara semakin terpenuhi. Tapi bukan tidak mungkin di negara-negara yang telah menjalankan pengaduan konstitusional (constitutional complaint) justru ditemui problem-problem pelik yang perlu dihindari.

Di dalam konferensi yang diselenggarakan Venice Commission di Azerbaijan dengan tema Execution of the Decisions of Constitutional Courts pada 2008 silam, misalnya, terungkap pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi di beberapa negara masih mengalami masalah. 

Contohnya Indonesia, pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi selama ini memang tidak mengalami hambatan yang berarti. Namun, tidak ada jaminan pelaksanaan putusannya bisa berjalan lancar, terutama dalam kasus-kasus di mana hak individu warga negara harus dipulihkan dari kooptasi kepentingan politik atau kepentingan bisnis akibat keputusan pemerintah atau putusan pengadilan di lingkungan Mahkamah Agung. 

Di sinilah kemudian perlu dipikirkan ada mekanisme pengembalian hak agar korban tidak perlu berjuang lagi menegakkan putusan Mahkamah Konstitusi. Dengan kata lain, diperlukan instrumen yang dapat menjamin pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Konstitusi terkait kewenangan mengadili constitutional complaint. 

Di dalam konteks perlindungan hak-hak konstitusional warga negara itulah maka penyelenggaraan the International Symposium on Constitutional Complaint oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indoensia menjadi sangat relevan untuk dilakukan.

Terlebih lagi, MK Indonesia sebagai Presiden dari Association of Asian Constitutional Courts and Equivalent Institutions (AACC) memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk turut mempromosikan penguatan perlindungan hak-hak konstitusional di antara negara-negara anggotanya.
 
 


(LHE)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

15 hours Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /