Sekda Pamekasan, Panitia, dan Peserta Karnaval Dimintai Keterangan Terkait Atribut Palu Arit

Agus Josiandi    •    15 Agustus 2015 21:47 WIB
karnaval budaya
Sekda Pamekasan, Panitia, dan Peserta Karnaval Dimintai Keterangan Terkait Atribut Palu Arit
Arak-arakan peserta yang membawa atribut palu arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Agus Josiandi.

Metrotvnews.com, Pamekasan: Polres Pamekasan memanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan, beserta panitia perayaan HUT RI ke -70, dan sejumlah peserta karnaval  menyusul adanya gambar palu arit yang ditampilkan dalam karnaval di Pamekasan. Pihak kepolisian ingin meminta klarifikasi dari seluruh pihak.

"Kami panggil panitia karnaval, kemudian dari sekolah-sekolah yang membawa atribut itu, kemudian juga Pak Sekda, tadi kita minta datang untuk melakukan klarifikasi," kata Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha, saat ditemui di Pamekasan, Madura, Sabtu (15/8/2015) malam.

Sugeng mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan, keteledoran atau pembiaran dalam peristiwa itu. Namun, hingga saat ini belum ditemukan unsur kesengajaan dari pihak terkait.

"Sampai saat ini belum ditemukan indikasi kesengajaan, namun harus dibuktikan nanti hasil pemeriksaan kami agar bisa dipertanggung jawabkan secara hukum," sambungnya.

Kapolres Pamekasan mengaku sangat menyayangkan adanya atribut itu. Seharusnya, gambar yang menampilkan foto tokoh PKI itu diberi tanda silang. Bahkan, pembuatan konsep tersebut tidak didiskusikan dengan aparat termasuk kepolisian dan TNI.

"Ini jadikan pelajaran bagi kita bahwa kedepan perlu koordinasilah, panitia dengan instansi kepolisian, atau dari militer, dalam hal ini Kodim, supaya tidak menimbulkan multi tafsir," pungkasnya.


(DRI)


Kalahkan PSG, Performa Madrid Dinilai Biasa Saja
Leg I Babak 16-Besar Liga Champions 2017--2018

Kalahkan PSG, Performa Madrid Dinilai Biasa Saja

7 hours Ago

Kekalahan PSG dari Madrid ternyata mengejutkan mantan gelandang Barcelona Xavi Hernandez. Pemai…

BERITA LAINNYA
Video /