Aria Bima: Swasembada Sapi Harus Korelatif dengan Kebutuhan Masyarakat

Aedy azeza ulfi    •    16 Agustus 2015 08:11 WIB
daging sapidpr ads
Aria Bima: Swasembada Sapi Harus Korelatif dengan Kebutuhan Masyarakat
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan blusukan ke Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (5/12). Foto: MI/Ansyor.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aria Bima menyebutkan, harga daging kian meroket karena swasembada sapi berkolerasi dengan kantong pengusaha, bukan kebutuhan masyarakat.

"Swasembada sapi itu harus koleratif dengan kebutuhan masyarakat, jangan koleratif dengan kantong pengusaha," ucap Aria dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Minggu (16/8/2015).

Hingga saat ini, program swasembada daging masih isapan jempol belaka. Kata Aria, jika pemerintah sungguh-sungguh, program swasembada daging dapat dicapai dalam empat tahun.

"Swasembada daging targetnya berapa tahun, berapa datanya, kalau niat sungguh-sungguh, mestinya 4 tahun bisa mencapai target," ungkapnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf juga menekankan pentingnya pengawasan untuk mencapai program swasembada daging. Pertumbuhan sapi lokal harus diawasi sedari dini.

"Target 5-10 tahun, pertumbuhan sapi lokal, kita awasi dari bibitnya," pungkasnya.

Beberapa pekan lalu, harga daging sapi melonjak di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jombang, Jawa Timur, Bandung dan Jabodetabek. Kenaikan harga itu dituding program swasembada daging sapi gagal. Banyak pedagang mogok berjualan daging karena sepi pembeli.


(DRI)


Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina
Piala AFF 2018

Cedera Membaik, Andik Vermansah Siap Hadapi Filipina

3 hours Ago

Andik mengalami cedera lengan membantu Indonesia menghadapi Thailand di Rajamangala Nation…

BERITA LAINNYA
Video /