Pemda Takut Eksekusi Anggaran, Jaksa Agung Bentuk Tim Pendampingan

M Rodhi Aulia    •    18 Agustus 2015 19:29 WIB
jaksa agung
Pemda Takut Eksekusi Anggaran, Jaksa Agung Bentuk Tim Pendampingan
Konfrensi Pers usai pertemuan Menkopolhukan Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menteri dan pejabat lembaga yang ada di bawah koordinasi Kemenkopolhukam - MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Daerah seringkali disebut takut mengeksekusi anggaran untuk pembangunan karena khawatir terjebak kasus korupsi. Pemerintah pusat sadar dengan kekhawatiran itu dengan membentuk tim khusus yang bertugas mengawal agar anggaran bisa terlaksana dengan baik.

"Saya Jaksa Agung menyampaikan dalam rapat tadi membentuk tim TP4P dan TP4D. Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan. Adanya di pusat dan daerah," kata Jaksa Agung HM Prasetyo dalam jumpa pers usai rapat dengan Menkopolhukam dan jajaran lainnya di Kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2015) petang.

Prasetyo menuturkan, pemerintahan kali ini fokus membangun Indonesia dari pinggiran. Dalam konteks pembangunan itu, kerap terjadi berbagai penyimpangan. Maka dari itu, kata Prasetyo, semua sepakat pembangunan itu harus diiringi dengan pengawalan.

"Oleh karenanya, kita bentuk tim. Tugasnya melakukan pendampingan. Seperti kata Menkopolhukam, tugas tim lebih ditekankan pada pencegahan. Agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan-kesalahan," terang dia.

Dengan demikian, Prasetyo berharap kepala daerah tidak lagi takut mengeksekusi anggarannya demi kepentingan pembangunan dan daerahnya masing-masing. Dia juga meminta para kepala daerah mau memanfaatkan sarana yang sudah diberikan. Meski demikian, Prasetyo belum bisa menyampaikan teknisnya.

"Tidak ada lagi alasan bahwa ketakutan para pejabat di daerah untuk mengeksekusi apa yang ada di kita. Jadi nanti itu menjadi kesepakatan kami, dan saya pikir teknisnya pak JA akan menjelaskan," imbuh Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam rapat koordinasi yang dilakukan Luhut ini, dihadiri seluruh menteri dan pejabat lembaga yang ada di bawah koordinasinya. Mereka adalah Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Riyacudu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu hadir juga Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen Purn Sutiyoso, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI D.A Mamahit dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.


(REN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

23 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /