Berkas Sudah Dilimpahkan, KPK Minta Praperadilan Kaligis Gugur

Deny Irwanto    •    18 Agustus 2015 20:21 WIB
praperadilansuap hakim ptun medan
Berkas Sudah Dilimpahkan, KPK Minta Praperadilan Kaligis Gugur
Tim kuasa hukum KPK mendengarkan gugatan permohonan praperadilan yang dibacakan oleh tim kuasa hukum OC Kaligis dalam sidang praperadilan yang dilayangkan Otto Cornelis Kaligis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/8) - MI/Bary Fatahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan pengacara kondang OC Kaligis. Permohonan Kaligis harus gugur lantaran berkas perkaranya sudah masuk ke Pengadilan Tipikor. 

"Dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh Pengadilan Negeri, sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur," kata Plt Kepala Biro Hukum KPK, Nur Chusniah dalam persidangan di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Selasa (18/8/2015).

Cusniah menjelaskan hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP. 

Diketahui, berkas perkara ayah dari aktris Velove Xevia itu telah dilimpahkan KPK ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 11 Agustus.  Sidang perdana Kaligis bakal digelar Kamis, 20 Agustus.

Kaligis resmi mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 27 Juli. Praperadilan Kaligis terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor register 72/Pid.Prap/2015/PN.Jkt.Sel.

Selain mempermasalahkan penangkapan dan penetapan tersangka, kuasa hukum Kaligis juga mempermasalahkan adanya isolasi terhadap OC Kaligis, yang meyebabkan hak-hak dasar Kaligis yang seharusnya dapat bantuan hukum, bertemu keluarga dan advokat tidak bisa dilaksanakan.

Kaligis resmi menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan. OC Kaligis diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHPIdana.


(REN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /