Komisi II DPR Apresiasi Kenaikan Dana Desa

Wandi Yusuf    •    18 Agustus 2015 21:21 WIB
dana desadpr ads
Komisi II DPR Apresiasi Kenaikan Dana Desa
Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pada RAPBN 2016, dana desa ditingkatkan secara signifikan. Angkanya cukup fantastis, yakni Rp47 triliun atau naik 126 persen dari 2015 yang hanya Rp20,8 triliun.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko menilai kebijakan tersebut patut diapresiasi. Sebab, hal tersebut merupakan bentuk konsistensi pemerintahan Jokowi-JK melaksanakan amanah UU Nomor 6/2014 tentang Desa.

"Kebijakan ini menunjukkan langkah yang cukup signifikan untuk segera merealisasi Nawacita visi misi pemerintahan Jokowi-JK, yakni membangun Indonesia dari pinggiran'," kata Budiman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/8).

Ketua Dewan Pembina Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) ini menjelaskan pertumbuhan ekonomi desa tengah mengalami perlambatan akibat turunnya harga komoditas di pasar internasional. 

Pertumbuhan ekonomi desa hingga pertengahan 2015 hanya sekitar 4,8 persen. Karena itu, kebijakan dana desa yang baru itu berpotensi untuk mengatasi perlambatan pertumbuhan. 

"Dari perhitungan yang kami lakukan, efek langsung dari kebijakan ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa sebesar 0,78 persen. Jika dana tersebut dapat dialokasikan untuk usaha-usaha produktif baru di desa, misalnya, investasi pertanian, peternakan dan perikanan, maka terdapat potensi efek rentetan sebesar 0,5 hingga 1 persen," ungkapnya.

Artinya, lanjut politisi PDIP ini, jika dana desa dapat dikelola secara baik dan produktif, maka terdapat potensi pertumbuhan ekonomi desa sebesar 6,5 persen atau cukup untuk mengatasi permasalahan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang saat ini tengah terjadi di wilayah desa.

"Tantangan ke depan adalah bagaimana agar anggaran tersebut dapat diserap secara optimal, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Untuk itu ia meminta kepada Presiden atau Wakil Presiden mendorong percepatan terbitnya peraturan-peraturan teknis di tingkat kementerian untuk menghindari mandeknya serapan anggaran.

"Selanjutnya adalah bagaimana agar realisasi anggaran tersebut dapat digunakan untuk sektor-sektor produktif, misalnya untuk peningkatan SDM melalui beasiswa bagi anak-anak desa berprestasi serta meningkatkan investasi produktif di pedesaan, misalnya, investasi pertanian, peternakan dan perikanan," kata Budiman.


(UWA)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /