Sistem Jaminan Sosial Tenaga Kerja RI Terbesar di Dunia

Suci Sedya Utami    •    19 Agustus 2015 09:40 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Sistem Jaminan Sosial Tenaga Kerja RI Terbesar di Dunia
Menaker Hanif Dhakiri (memukul gong) saat membuka International Seminar on Social Security Reform didampingi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masasya (kiri). FOTO: MTVN/Suci Sedya Utami

Metrotvnews.com, Bali: Reformasi jaminan sosial di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya yakni dengan meresmikan operasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang mulai aktif berlaku 1 Juli lalu.

Meski baru seumur jagung, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam sambutannya di seminar internasional reformasi jaminan sosial menyebutkan reformasi sistem jaminan sosial untuk tenaga kerja yang dijalankan di Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Hanif menjelaskan, hal tersebut dilihat berdasarkan cakupan dari jumlah kepesertaan yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan yakni sekitar 120 juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari para pekerja formal maupun informal.

"Dari jumlah kepesertaannya kan sangat besar sekitar 120 juta," kata Hanif dalam sambutannya di International Seminar on Social Security Reform, di Sofitel Hotel, Bali, Rabu (19/8/2015).

Hanif mengatakan, ada banyak pelajaran yang bisa dicapai dari reformasi ini, namun masih banyak pula yang perlu diperbaiki. Apalagi, di tengah semua proses reformasi, dirinya menyadari banyak tantangan untuk lebih memperluas cakupan kepesertaan bagi para pekerja, terutama pekerja informal yang mencapai 63 persen dari seluruh angkatan kerja.

"Tentu ini tantangan tersendiri terutama pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara," tuturnya.

Oleh karena itu, dirinya menyatakan melalui forum ini, pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan membuka diri dalam kerangka kerja sama bagi peningkatan kualitas perlindungan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Nah dengan potensi peserta yang besar itu tentu BPJS Ketenagakerjaan kita harapkan dapat revenue dari pengelolaan jaminan ketenagakerjaan di dunia sehingga perlindungan dan jaminan sosial di negara ini bisa lebih baik," jelas Hanif.

Asal tahu saja, seminar ini bertujuan untuk mengukuhkan peran BPJS Ketenagakerjaan pada skala internasional dengan kontribusi berbagi pengalaman kepada negara lain mengenai pengalaman BPJS Ketenagakerjaan dalam melakukan reformasi jaminan sosial di Indonesia.

Selain dibuka oleh Hanif, forum ini menghadirkan pembicara dari para ahli dan pengamat jaminan sosial antara lain Presiden Internasional Social Security Association (ASSI) Errol Frank Stoove, Ketua Dewan Jaminan Sosial Chazali Husni Situmorang, serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya.

Selain itu, diisi pula oleh pembicara dari institusi internasional seperti Peter Whiteford dari School of Public Policy of Australian National University, Matthias Meissner dari University of Applied Sciences Munich, dan Junichi Sakamanto dari Normura Research Institute Japan, serta George Kurdna dari UNSW Australia, Kyungsik Kim Head of Internasional Centre, NPS-Korea dan beberapa pembicara lainnya.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /