Bank Sentral Myanmar Tepis Isu Penutupan Bank-Bank

Ade Hapsari Lestarini    •    19 Agustus 2015 11:35 WIB
myanmar
Bank Sentral Myanmar Tepis Isu Penutupan Bank-Bank
Mata uang Myanmar, kyat. AFP PHOTO/YE AUNG THU

Metrotvnews.com, Yangoon: Bank Sentral Myanmar membantah isu yang mengungkapkan akan dilakukan penutupan terhadap beberapa bank-bank besar di negara itu. Apalagi saat ini sedang terjadi gejolak ekonomi.

Rumor yang telah tersebar di media sosial menyebutkan jika Asia Green Development (AGD) Bank, bagian dari Htoo Group of Companies, dan Kanbawza Bank (KBZ) akan ditutup. Demikian seperti dilansir dari Myanmar Times, Rabu (19/8/2015).

Laporan tersebut dimulai setelah maskapai yang Htoo Group Air menangguhkan penerbangannya sementara waktu pada akhir pekan. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan penerbangan akan kembali dibuka pada Oktober.

Sejumlah komentar beredar di media sosial menyarankan bahwa deposan menarik dana dari rekening di beberapa bank termasuk Bank AGD, AYA Bank, CB Bank, dan KBZ. Pejabat senior di AGD Bank menolak memberikan komentar terhadap rumor tersebut. Sementara juru bicara dari bank lain mengatakan bahwa bisnis mereka akan berlanjut seperti biasa.

Seperti diketahui, Bank Sentral Myanmar mengumumkan pada Skynet dan saluran televisi lainnya telah mengadakan pertemuan pada 17 Agustus untuk membahas respons terhadap rumor yang beredar tersebut.

Deputi Gubernur Myanmar, U Set Aung, menegaskan bahwa semua bank melakukan pedoman hukum Bank Sentral. Menurut hukum, Bank Sentral dapat menawarkan dukungan keuangan kepada bank-bank dalam negeri jika diperlukan untuk menstabilkan perekonomian.

Dalam pertemuan tersebut, para pejabat juga dilaporkan membahas bagaimana cara menstabilkan mata uang kyat, yang telah terdepresiasi sebesar 23,5 persen tahun ini, dari K1025 terhadap dolar AS ke K1266, sesuai dengan tingkat referensi Bank Sentral.

Bank Sentral telah membantu lembaga keuangan pada saat dibutuhkan sejak krisis perbankan 2003. Pada saat itu, bank sentral milik negara, MEB, ditugaskan untuk menyediakan dana untuk bank-bank komersial. Tahun lalu misalnya, deposan di Bank AGD menarik dana setelah Htoo Group U Tay Za dikabarkan menjual saham mayoritas di bank untuk sejumlah pemegang saham.

Pembeli saham tersebut termasuk pengusaha U Kyaw Ne Win, cucu U Ne Win, mantan kepala pemerintahan junta 1962-1981 dan ketua partai yang berkuasa sampai 1988, menurut laporan media pada saat itu.


(AHL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /