Polisi Dalami Surat Edaran Asosiasi Pedagang Sapi

Githa Farahdina    •    19 Agustus 2015 16:22 WIB
daging sapi
Polisi Dalami Surat Edaran Asosiasi Pedagang Sapi
Bareskrim Polri.--Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan penimbunan sapi masih terus diproses. Kasubdit Industri Perdagangan (Indag) Dirtipideksus Polri Kombes Helmy Santika menegaskan, pihaknya telah memeriksa dua petinggi asosiasi pedagang sapi.

"Dua orang diperiksa (kemarin). Haji Abud, Ketua APPHI dan Joni Aliano dari Apfindo. Untuk dua dari asosiasi, kami mendalami surat edaran yang dibuat mereka. Isinya seputar larangan berjualan," kata Helmy di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).

Polisi akan mencari fakta mengapa asosiasi itu membuat surat edaran. Penyidikan akan melihat sudut pandang konsumen dan pasar. "Terutama distibusi PT Brahman Perkasa Sentosa (BPS) dan PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM)," tambahnya.

Ilustrasi,--Foto: Antara/Agung Rajasa

Menurut Helmy, terlalu dini menyimpulkan aktor intelektual di balik kasus ini. Toh sejauh ini baru dua orang yang telah menjalani pemeriksaan.

"Baru dua orang yang diperiksa. Jadi belum mengetahui siapa dan apa ada yang mengarahkan membuat kasus itu. Surat edaran ditemukan dari pedagang dan rumah potong. Isinya imbauan liburan dan tak berjualan," ujar Helmy.

Sementara besok, polisi akan memeriksa pemilik perusahaan feedloter. "Si Hasan itu lah," tandasnya.


(MBM)

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi
Klausul Pembelian Messi

Guardiola Yakin akan Ada Klub yang Mengaktifkan Klausul Pembelian Messi

55 minutes Ago

Messi memiliki klausul 300 juta Euro atau jika dirupiahkan menjadi Rp4,7 triliun.…

BERITA LAINNYA
Video /