Tak Dimintai Tanggapan Usai Putusan, Sutan Akan Laporkan Hakim ke KY

Meilikhah    •    19 Agustus 2015 17:21 WIB
sutan bhatoegana ditahan
Tak Dimintai Tanggapan Usai Putusan, Sutan Akan Laporkan Hakim ke KY
Mantan Ketua Komisi VII DPR RI periode 2009-2014 Sutan Bhatoegana duduk di ruang tunggu terdakwa seusai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (27/7).--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Ketua Komisi VII DPR RI, Sutan Bhatoegana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pada pembahaaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 di Kementerian ESDM. Majelis hakim mengganjarnya dengan 10 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp500 juta subsider 1 tahun penjara.

Usai dibacakan putusan, biasanya majelis hakim akan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan tanggapannya. Namun, nasib sial menimpa Sutan dan kuasa hukumnya. Majelis hakim yang diketuai Artha Theresia tak memberikan kesempatan bagi Sutan menyampaikan pendapatnya atas vonis tersebut.

Atas hal itu, Sutan berencana melaporkan majelis hakim yang mengadilinya ke Komisi Yudisial.

"Paling tidak (akan melapor) ke KY kan itu etika hakim. Yang jelas semua menjadi saksi Sutan diputuskan atas dasar anggapan," kata kuasa hukum Sutan, Eggie Sudjana, usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).

Menurut Eggie, ada beberapa kejanggalan yang dilakukan majelis hakim saat membacakan putusan Sutan Bhatoegana. Hal tersebut membuat dirinya beranggapan bahwa peradilan yang mengadili Sutan sesat.

"Tadinya kalau dikasih kesempatan, saya akan ngomong bahwa terbuktilah sidang ini sesat. Dibuktikan secara logis dan ilmu hukum ini sesat," jelas Eggie.

Dia mengatakan, hakim telah melanggar hukum formil yaitu Pasal 1 ayat 2 KUHAP yang menyatakan penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk membuat terang benderang tindak pidana dalam menemukan tersangka.

"Bang Sutan tersangka dulu baru diperiksa saksi-saksi. (Hukum formil) itu semua dilanggar," kata Eggie.

Selain itu majelis hakim, kata dia, juga melanggar hukum formil Pasal 51 KUHAP bahwa tersangka harus diberi kesempatan untuk diberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

"Nah saudara Sutan menjadi tersangka tidak pernah diberi tahu apa yang disangkakan. Itu fakta. Ini sangat jelas hukum formil sangat dilanggar," jelas Eggie.

Atas kejanggalan tersebut, baik Sutan maupun Eggie telah bulat akan melaporkan majelis hakim yang mengadilinya ke Komisi Yudisial.


(MBM)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

10 hours Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /