Ojek Online Marak, UU LLAJ akan Direvisi

Wanda Indana    •    19 Agustus 2015 18:27 WIB
gojek
Ojek Online Marak, UU LLAJ akan Direvisi
Driver Gojek mengantar penumpang. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah pusat berencana merevisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Perbaikan dilakukan untuk mengakomodir angkutan umum roda berbasis aplikasi.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, ojek sudah jadi lahan bisnis baru di Ibu Kota, terlebih dengan kehadiran aplikasi ojek online Go-Jek dan GrabBike. Ke depan, mereka harus terlindungi payung hukum.
 
Ahok mengetahui UU LLAJ akan direvisi usai berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Pak Wapres bilang mau revisi UU LLAJ," kata Ahok di Pasar Manggis, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).
 
Menurut Ahok, regulasi untuk mengatur keberadaan ojek sangat diperlukan. Karena profesi ojek saat ini bisa menjadi pilihan bagi pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaannya.
 
"Dulu kami harap dia (aplikasi ojek) bisa membantu menaikkan taraf hidup tukang ojek yang belum mengerti aplikasi. Kalau rekrut baru juga, sedikit masalah," ujarnya.
  
 


(FZN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /