Anak Kaligis: Penyidik KPK Bongkar Dokumen Velove Untuk Gosip

Deny Irwanto    •    19 Agustus 2015 20:16 WIB
oc kaligis tersangka
Anak Kaligis: Penyidik KPK Bongkar Dokumen Velove Untuk Gosip
Dua anak OC Kaligis menjadi saksi dalam sidang praperadilan OC Kaligis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 19 Agustus 2015. Foto: MTVN/Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Anak OC Kaligis, Erik Kaligis mengungkap penyidik KPK telah membuka-buka berkas yang tak terkait dalam kasus suap PTUN Medan dalam penggeledahan. Bahkan dalam sidang lanjutan praperadilan Kaligis ini dia membeberkan penyidik telah memeriksa dokumen (file) persoalan pribadi.

"Jadi di situ terdapat file keluarga yang tidak ada kaitannya dengan perkara, justru diperiksa. File keluarga itu pengeluaran keluarga," kata Erick dalam persidangan di ruang sidang utama PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Rabu (19/8/2015).

Erik juga menuturkan salah seorang penyidik KPK  membuka file Velove Vexia yang berada di dalam lemari kaca. Padahal, menurut Erik, itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kasus PTUN Medan.



Anak OC Kaligis, Velove Vexia meninggalkan gedung KPK -- MI/Rommy Pujianto

"Mengenai file Velove kan itu disitu ada file anak pak OC, file keluarga, file anaknya, orang tua, atau katakan istrinya pak OC, itu seolah jadi konsumsi KPK. Kita juga sudah keberatan," beber Erik.

Erik menegaskan, jika saat melakukan penggeledahan, penyidik KPK tersebut membuka file Velove untuk melakukan keisengan saja.

"Kan kita tanya, 'Bang emang periksa itu buat apa sih? Buat gosip ya?', 'Iya lah buat gosip. Tau aja lu buat gosip'," ucap Erik menirukan ucapan penyidik KPK.

Anak Kaligis yang lain, Bernard Kaligis, mengutarakan jika penyidik KPK juga sempat membuka-buka file almarhum tantenya yang baru saja meninggal dunia.

"Yang saya ingat banget, file-file alhmarhum tante saya. Tolong ini kan kita sedang berduka, tapi malah dibuka dan dia bilang 'Wah Rp 75 juta, pasti kanker ya?'. Terus saya bilang 'Bang jangan begitu dong. Ini orang sudah almarhum, tante, adik papa'. Tapi itu yang membuat saya terngiang-ngiang banget 'Tau aja lu buat gosip'," beber Bernard.

"File keluarga enggak di sita. Cuma digeledah aja," kata dia.

Erik menegaskan jika ulah penyidik KPK tersebut merupakan keisengan semata yang tidak harus dilakukan lantaran tidak ada kaitannya dengan perkara PTUN Medan.

"Jadi mereka lihat, 'oh keren nih sekolah ya di sini. Oh keren nih sekolahnya sampai sekolah di London, di mana, di mana, oh mahal juga sekolahnya', jadi saya sudah berkali-kali 'Bang tidak ada hubungannya bang'. 'Ya kan gua cuma pengen tau aja'. Jadi file keluarga sama file Pak OC kasih beasiswa," ungkapnya lanjut.

Erik dan Bernard mengaku berada dikantor Kaligis hingga penggeledahan selesai. Jika ditotal, peyidik KPK yang melakukan penggeledahan tersebut berjumlah 25 hingga 30 orang


(SUR)

Video /