KPK Tak Niat Banding Putusan Sutan

Achmad Zulfikar Fazli    •    19 Agustus 2015 22:52 WIB
korupsi migas
KPK Tak Niat Banding Putusan Sutan
Terdakwa mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana, saat menjalankan sidang dengan agenda putusan di pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (19/8) -- MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) telah memvonis bekas Ketua Komisi VII DPR RI Sutan Bhatoegana 10 tahun bui. Vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang menuntut si 'ngeri-ngeri sedap' ini selama 11 tahun bui.

Menanggapi putusan tersebut, Plt Pimpinan KPK, Johan Budi SP, mengatakan kemungkinan besar KPK tidak akan membanding putusan Tipikor lantaran vonis yang diberikan tidak berbeda jauh dengan tuntutan JPU.

"Kami pelajari dulu untuk menyimpulkan banding atau tidak. Jaksa akan melaporkan ke pimpinan. Namun, biasanya jika putusan lebih dari 2/3 tuntutan , KPK tidak banding," kata Johan saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2015).

Namun, kata Johan, pihaknya masih akan menunggu laporan dari tim JPU KPK untuk memberikan putusan langkah yang akan diambil KPK.

Seperti diketahui, Majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonis Sutan Bhatoegana 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider satu tahun kurungan. Politikus Partai Demokrat itu terbukti bersalah terkait kasus suap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Sutan Bhatoegana dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider satu tahun kurungan," kata Hakim Ketua Artha Theresia di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan hari ini.

Sutan dinyatakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Politikus Demokrat ini terbukti menerima uang dari Waryono Karno sebesar USD140.000 dalam pembahasan APBN 2013 Kementerian ESDM, uang tunai USD200.000 dari Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Sutan terbukti mendapatkan rumah sebagai posko pemenangan dari pengusaha Saleh Abdul Malik. Sementara penerimaan hadiah berupa uang sebesar Rp50 juta dari mantan Menteri ESDM Jero Wacik dan menerima hadiah satu unit Toyota Alphard tak terbukti.



(SUR)

Video /