SBY Nilai Indonesia Masih Punya 8 PR

Antara    •    20 Agustus 2015 15:38 WIB
sby
SBY Nilai Indonesia Masih Punya 8 PR
SBY--MI/Galih Pradipta

Metrotvnews.com, Depok: Bangsa Indonesia dinilai masih memiliki delapan pekerjaan rumah (PR) sejak Indonesia merdeka. Jika PR itu terselesaikan, niscaya Indonesia menjadi negara maju dan kuat.

"Jika ini (PR-Red.) mampu kita rampungkan bersama, Indonesia akan menjadi negara maju dan kuat," kata SBY dalam Seminar Internasional bertajuk "Memaknai 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia di Tengah Dunia yang Berubah dalam Perspektif Sejarah" di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI) Depok, Kamis (20/8/2015).

Menurut SBY, delapan PR itu adalah; Pertama, permasalahan ideologi, di mana saat ini negara ditantang ideologi lain. Menurut SBY, Pancasila merupakan yang terbaik dan 'living idologi' bukan dogma dan mampu menjawab tantangan bangsa ke depan.

"Saya sudah pelajari ideologi bangsa lain dan meyakini Pancasila yang terbaik," kata SBY.

Kedua, lanjut dia, demokrasi merupakan yang terbaik dibanding sistem lain. Islam dan demokrasi harus bisa sejalan. Demokrasi pembangunan ekonomi saling memperkuat. Kebebasan dan keamanan sama pentingnya dan pemilu serta pilkada harus semakin berkualitas dengan melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa. "Pemilu jangan jadi lautan politik uang," terang SBY.

Ketiga, sistem tata negara dan pemerintahan. SBY meyakini, sistem presidensial yang terbaik tentu dengan chek and balances diharapkan akan mampu menjalankan pemerintahan dengan baik.

Keempat, sistem ekonomi yang perlu diperhatikan adalah dengan menerapkan ekonomi pasar yang berkeadilan sosial dengan tetap menjaga peran pemerintah secara proporsional.

Kerja sama internasional ekonomi diniscayakan tanpa mengorbankan kepentingan nasional dan berorientasi pada peningkatan taraf hidup rakyat, bukan retorika ideologis dan nasionalisme sempit.

Kelima, tambah SBY, model pembangunan yang dipilih adalah pembangunan berkelanjutan menuju pertumbuhan dengan keseimbangan. Keenam, persatuan nasional yang perlu diperhatikan adalah kesimbangan antara
nasionalisme dan internasionalisme serta semangat rasa dan ikatan identitas kedaerahan, serta dengan memperkuat toleransi dan harmoni kehidupan bermasyarakat.

Ketujuh, kedaulatan dan keutuhan wilayah. Dalam hal ini negara tak boleh lengah karena masih ada gerakan pemisahan yang terjadi di dunia. Untuk itu, sambung SBY, negara harus bersikap bijak dan tegas.

PR kedelapan adalah kebijakan luar negeri dan hubungan internasional. NKRI harga mati.

"Ini harus dilaksanakan secara cerdas dengan menerapkan strategi kebijakan dan aksi yang tepat serta efektif. Tentunya globalisasi hadapi ancaman dan tantangan serta peluang," SBY menegaskan.


(YDH)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

23 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /