David Luiz `Pendingin` Ambisi Tim Samba Brasil

   •    10 Juni 2013 22:35 WIB
David Luiz `Pendingin` Ambisi Tim Samba Brasil
REUTERS/Sergio Moraes/fz

Metrotvnews.com, Porto Alegre: Hal terakhir yang diperlukan Brasil ketika mereka berusaha memenangi Piala Dunia keenam di kandang sendiri pada tahun depan adalah pemain-pemain yang kehilangan `kepala dinginnya` pada masa-masa krusial di turnamen itu.

Brasil semestinya mengambil pelajaran pada 2010 ketika mereka kehilangan ketenangan pada babak kedua perempat final melawan Belanda, ketika keseluruhan tim, termasuk pelatih Dunga, membiarkan rasa cemas merenggut permainan terbaik mereka.

Kini, terdapat tanda-tanda mengkhawatirkan saat mereka menang 3-0 atas Prancis pada pertandingan persahabatan Minggu, yang tidak diperhatikan orang-orang.

Bek tengah David Luiz, anggota penting dan pemimpin tim Samba Brasil, memperlihatkan sisi menggelora dari karakternya yang kerap ia pendam saat membela Chelsea musim ini. Pada awal pertandingan, ia melanggar penyerang Prancis Karim Benzema pada insiden yang terjadi di dekat garis tengah.

Setelah lolos dari hukuman kartu atas pelanggaran itu, ia mendapat kartu kuning beberapa menit kemudian akibat melakukan tekel dari belakang terhadap Dmitri Payet. Lagi-lagi, ia melakukan hal itu  saat gawang Brasil tidak berada dalam bahaya.

Jika itu adalah pertandingan Piala Dunia dengan wasit yang lebih tegas, Brasil akan bermain dengan sepuluh pemain dalam waktu kurang dari setengah jam.

Pemain bertahan Chelsea ini juga memberi peluang terbaik bagi Prancis untuk mencetak gol ketika ia membelokkan umpan silang Mathieu Valbuena ke arah gawangnya sendiri dan hanya dapat diselamatkan oleh kiper Julio Cesar, yang memaksimalkan refleksnya untuk menggagalkan bola masuk gawangnya.

David Luiz telah berkembang cukup baik pada musim ini dengan Chelsea dibawah kepemimpinan pelatih yang telah pergi Rafael Benitez, yang terlihat mampu menahan sikap-sikap terliar sang pemain.

Terpisah dari beberapa insiden, termasuk tekel mengejutkan terhadap Jack Reeves saat menang 4-0 di Piala FA melawan tim dari strata lebih rendah Brentford, ia tampil cukup impresif dengan kepemimpinan, kegigihan, dan daya jelajahnya.

"Saya selalu berkata bahwa bahu saya luas dan saya dapat mengambil tanggung jawab tambahan," ucapnya kepada Guardian dalam wawancara yang dilakukan pada Desember.

"Saya menyukainya. Saya menginginkannya. Saya memilih untuk mengambilnya pada diri saya sendiri untuk membantu orang-orang lain, yang dapat keluar dan bermain dengan kepala mereka yang jernih dan tenang."
 
Bagaimanapun, atmosfer panas saat bermain bagi Brasil di depan para pendukung tuan rumah dapat kembali mengeluarkan perilaku buruknya seperti saat melawan Prancis.

Pelatih Brasil Luiz Felipe Scolari dapat mengurangi risiko dengan mengikuti cara Benitez dan menggeser David Luiz ke lini tengah, namun ia berkata bahwa dirinya tidak berniat melakukannya untuk saat ini. "Ini prinsipil, saya tidak berpikir memulainya dengan memainkan David Luiz sebagai gelandang," ucapnya.

"Namun ia telah memperlihatkan bahwa dirinya dapat bermain sangat baik di posisi itu dan, tergantung pada hasil-hasil kami dan satu atau dua detail, itu dapat menjadi opsi yang berguna."

Piala Dunia, dengan fase grup yang diikuti oleh babak gugur, dapat menjadi kompetisi yang kejam di mana satu kesalahan kecil atau kehilangan kesabaran dapat menghapus semua pekerjaan bagus sebelumnya.

Itulah yang kurang lebih terjadi pada Brasil tiga tahun silam. Mereka tidak tertahankan di fase grup dan pertandingan putaran 16 besar, dan terlihat hanya terancam sedikit bahaya pada masa turun minum saat melawan Belanda, ketika mereka unggul 1-0 setelah mendominasi permainan. Namun mereka tumbang setelah terjadi kekacauan di lini belakang yang mengakibatkan Belanda dapat menyamakan kedudukan dan kemudian kalah 1-2, di mana gelandang Felipe Melo diusir keluar lapangan karena menginjak Arjen Robben.

Melo, yang seperti David Luiz bermain dengan agresif, dengan cepat menjadi kambing hitam di Brasil, di mana hal apapun selin kemenangan dikategorikan sebagai kegagalan. Setelah mendapat sambutan buruk saat ia pulang, Melo belum pernah lagi bermain untuk negaranya sejak saat itu. (Antara)


Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

5 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /