Ekonomi Tidak Kondusif

Solusi Tunas Pratama Kaji Ulang Pembelian hingga 500 Menara

Dian Ihsan Siregar    •    20 Agustus 2015 15:47 WIB
solusi tunas pratama
Solusi Tunas Pratama Kaji Ulang Pembelian hingga 500 Menara
Ilustrasi menara. FOTO ANTARA/Joko Sulistyo

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) akan mengkaji ulang rencana membangun 400-500 menara di tahun ini. Penundaan ini lantaran keadaan ekonomi domestik belum kondusif, sebagai efek dari keadaan ekonomi global yang melambat.

‎"Ekonomi belum kondusif, jadi belum bisa ngomong target tower. Target tower 400-500, Agustus ini ada meeting untuk mengkaji keseluruhan budget," ungkap ‎Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan SUPR Juliawati Gunawan Halim, ketika ditemui usai RUPSLB perseroan di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Sampai saat ini, sebut dia, sudah ada penambahan 140 ‎menara baru. Adapun pada tahun ini, perseroan tidak akan mengakuisisi menara baru. Dengan demikian, total menara yang dimiliki perseroan hingga saat ini mencapai 6.800.

"Saat ini ada 6.800 tower setelah ada akuisisi dari XL. Belum ada akuisisi masih dari organic growth. Tahun ini cukup defensif, karena kontrak masih 10 tahun, paling cepat XL habis 2018," tuturnya.

Diungkapkan Juliawati, dana pembangunan 140 menara ini menelan biaya sebesar Rp140 miliar. Di mana dana pembangunan satu menara mencapai Rp1 miliar. Perseroan pun merogoh dana tersebut dari belanja modal atau capital expenditure (capex). Dia mengakui, besaran dana capex yang telah terhabiskan hingga saat ini belum bisa didapatkan.

"Tapi pada tahun lalu, kita telah anggarkan Rp1 triliun. Capex tergantung setahun berapa yang sudah dibangun, per tower pokoknya Rp1 miliar, saat ini sudah lebih dari Rp140 miliar," pungkas dia‎.


(AHL)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

1 day Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /