Pindah ke Rusun Jatinegara, Biaya Hidup Warga Kampung Pulo Melonjak

Yogi Bayu Aji    •    20 Agustus 2015 17:33 WIB
penggusuran kampung pulo
Pindah ke Rusun Jatinegara, Biaya Hidup Warga Kampung Pulo Melonjak
Rusun Jatinegara Barat di Jakarta. (Foto: Antara/Vitalis Yogi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Warga Kampung Pulo yang menghuni rumah susun sewa (rusunawa) Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur diwajibkan membayar iuran pemeliharaan lingkungan (IPL) Rp300 ribu per bulan. Selain itu, mereka harus bayar listrik dan air yang mereka gunakan.
 
Amang, 57, warga Kampung Pulo yang sudah menempati rusunawa Jatinegara mengatakan, pada bulan pertama tinggal di rusun dia menghabiskan uang Rp300 ribu. Uang itu digunakan untuk membayar listrik dan air.
 
"Rp300 ribu untuk hunian, belum dibayar karena digratiskan selama tiga bulan pertama," kata Amang kepada Metrotvnews.com, di Rusunawa Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2015).
 
Dia menjelaskan, Rp100 ribu dia habiskan untuk listrik. Sementara, Rp200 ribu biaya air yang digunakan sehari-hari untuk mandi dan memasak. Dana ini, disetorkan ke pengelola rusunawa. "Airnya mahal, Rp5.500 per kubik. Saya bulan kemarin kena 32 kubik,"  kata pria yang menetap di rusunawa sejak 18 Juli lalu.
 
Menurut Amang, biaya ini memberatkan dirinya yang bekerja sebagai penjahit. Pasalnya, bila tinggal di Kampung Pulo, dia hanya perlu bayar listrik per bulan. "Kalau di rumah enggak pikir bayar macam-macam. Kalau di rumah (Kampung Pulo) listrik Rp120 ribu sebulan sudah paling mahal," ujarnya.


(FZN)


Video /