Biaya, Tantangan Operasional Aktivitas Hulu Pertamina EP

Annisa ayu artanti    •    20 Agustus 2015 18:57 WIB
pertamina hulu energi
Biaya, Tantangan Operasional Aktivitas Hulu Pertamina EP
Illustrasi kilang Pertamina. ANT/Wahyu

Metrotvnews.com, Palembang: PT Pertamina EP Prabumulih, Palembang menyebutkan tantangan dari sisi operasional dalam aktivitas hulu migas yakni biaya pengeluaran produksi.

General Manager PT Pertamina EP Prabumulih Ekariza mengatakan tantangan itu sendiri ada pada biaya pengeluaran produksi (cost per barel) pada setiap sumur produksi migas. Kendalanya bermacam-macam baik sumur yang kecil sampai yang besar, dan juga sumur migas yang sudah berusia tua.

"Sisi operasional ada tantangan sendiri banyak yang kecil dan tua, itu terlihat dari biaya per barel-nya" kata Ekariza di site Sumur Baru PMB-P14 TW, PT Pertamina EP, Prabumulih, Palembang, Kamis (20/8/2015).

Oleh karena itu, dirinya mengungkapkan, PT Pertamina EP tidak bisa dibandingkan dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya dalam perhitungan biaya produksi. Pasalnya, biaya produksi KKKS seperti Chevron, Total, dan Vico bisa dibilang lebih rendah dibandingkan dengan cost per barel yang dikeluarkan PT Pertamina EP.

"Itu cost per barel lebih tinggi dari mereka. Kenapa tinggi? Kalau Chevron terlokalisir jadi lebih rendah juga cost per barel-nya. Hal itu juga seperti Total dan Vico," jelas dia.

Dia menegaskan Pertamina EP tidak dibandingkan dengan KKKS lain dalam persoalan produksi.  "Pertamina EP tidak bisa apple to apple dengan KKKS lain," pungkas dia.



(SAW)


Video /