Polisi Sebut APPHI Mencoba Intervensi Pemerintah

Meilikhah    •    20 Agustus 2015 19:51 WIB
sapi
Polisi Sebut APPHI Mencoba Intervensi Pemerintah
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Victor Simanjuntak mengatakan surat edaran yang dikeluarkan Asosiasi Pengusaha Pemotongan Hewan Indonesia (APPHI) mencoba mengintervensi pemerintah.

"Meminta keseriusan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian agar dapat membuat kepastian kebijakan khususnya dalam menentukan angka impor tiap tahunnya," ujar Victor menirukan isi surat di Bareskrim Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015).

Selain meminta pengaturan impor, surat yang ditandatangani ketua umum APPHI, Abud Hadiyanto bersama sekjennya ini juga meminta kepada sejumlah rumah pemotongan hewan di Jabotabek, mogok massal pemotongan hewan mulai 8-11 Agustus 2015 kemarin.

Menurut Victor, surat edaran yang ingin pengaturan kuota impor sapi kembali ditetapkan tak masuk akal. Pasalnya, stok sapi potong yang ada di rumah-rumah pemotongan hewan tersebut masih cukup untuk memenuhi kuota hingga akhir tahun.

"Orang kuotanya saja masih cukup sampai akhir tahun kok sudah minta pengaturan kuota lagi," kata Victor.

Victor juga memastikan akan ada tersangka dalam pengembangan kasus hasil penggerebekan rumah potong hewan dan feedloter beberapa waktu lalu. Namun, Victor belum mau mengungkap sosok calon tersangka tersebut.

Pidana yang akan dikenakan kepada tersangka adalah tindakan penimbunan sapi agar kuota bisa diatur oleh pengusaha dan supaya pemerintah mau menuruti keinginan mereka. Hal itu akan dikaitkan dengan pidana sesuai dengan UU Perdagangan.


(AZF)


Video /