Kasus JIS, Komnas PA: Jangan Paksa Orang Tak Bersalah Jadi Salah

Wandi Yusuf    •    20 Agustus 2015 21:45 WIB
jis
Kasus JIS, Komnas PA: Jangan Paksa Orang Tak Bersalah Jadi Salah
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait. Foto: Antara/Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Jakarta: Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta agar kasus dugaan seksual yang dituduhkan kepada dua guru di Jakarta International School (JIS) tidak dipaksakan.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menegaskan, jika memang kasus ini tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat, para pihak jangan memaksa institusi peradilan untuk menghukum dua guru JIS yang kini dibebaskan.

"Jika bukti-buktinya tidak kuat, ya jangan dipermasalahkan karena proses hukum itu berdasarkan bukti. Komnas PA tidak akan memaksa orang yang tidak bersalah menjadi bersalah," tegas Arist, Kamis (20/8/2015).

Arist menambahkan, jika memang memiliki bukti, keluarga korban bisa memperjuangkan haknya. Tapi prinsipnya, dalam konteks perlindungan anak, jangan memaksakan kesalahan pada orang yang tidak berbuat.

Pernyataan itu disampaikan Arist terkait keputusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang membebaskan Neil Bantleman dan Ferdinant Tjong dari tuduhan kasus kekerasan seksual terhadap tiga siswa TK di JIS.

Meski begitu, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta justru akan mengajukan kasasi terkait putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang membebaskan Neil Bantleman dan Ferdinand Tjong.

"Kami pasti akan mengajukan upaya hukum kasasi kepada Mahkamah Agung terkait putusan Pengadilan Tinggi Jakarta," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI, Waluyo, Jumat, 14 Agustus.


(UWA)


Video /