Perceraian di Jawa Timur Tinggi, Didominasi Masalah Ekonomi

Amaluddin    •    20 Agustus 2015 22:31 WIB
perceraian
Perceraian di Jawa Timur Tinggi, Didominasi Masalah Ekonomi
Ilustrasi. --Irishtimes.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Banyak faktor yang melatarbelakangi perceraian. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan faktor yang mendominasi adalah masalah ekonomi. Data itu dia dapat dari Kantor Urusan Agama.

"Tapi harus diingat perceraian dapat berbuntut pada anak-anak," kata Gus Ipul, di Kantor Gubernur Jawa Timur, di Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis (20/8/2015).

Dampaknya, kata Gus Ipul, perceraian berpengaruh pada psikologi anak-anak yang masih dalam tahap tumbuh kembang dan membutuhkan perhatian lebih. "Secara psikologis mereka tertekan," katanya.

Gus Ipul mengakui angka perceraian di Jatim cukup tinggi. Pada 2015, kasus perceraian mencapai 100 ribu kasus. Jumlah ini meningkat dibanding 2014, yaitu 81.627 kasus. Pada 2013, kasus perceraian 74.777 kejadian. Jumlah itu melonjak dibanding 2012, yang hanya 27.425 kasus, dan 2011 yaitu 25.907 kasus.

"Karena itu, Pemprov Jatim meminta Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memperketat proses mediasi untuk menekan jumlah perceraian," pungkas Gus Ipul.


(UWA)


Video /