Penyesuaian Harga Elpiji Tidak Bisa Sebulan Sekali

Eko Nordiansyah    •    21 Agustus 2015 17:22 WIB
elpiji
Penyesuaian Harga Elpiji Tidak Bisa Sebulan Sekali
Ilustrasi gas elpiji -- FOTO: ANTARA/ARIEF

Metrotvnews.com, Jakarta: VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro menyatakan penyesuaian harga jual elpiji 12 kilogram (kg) tidak bisa dilakukan dalam waktu yang relatif dekat. Apalagi, sejauh ini perusahaan pelat merah ini masih fokus pada ketersediaan elpiji 12 kg terlebih dahulu.

"Bukan sesuatu yang ideal kalau penyesuaian harga elpiji itu dilakukan dalam waktu yang dekat. Menurut kami penyesuaian harga tidak bisa sebulan sekali atau pendek. Karena fokus kami fokus di ketersediaan dulu," ujarnya di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

(Baca: Pertamina Diminta Evaluasi Harga Elpiji 12 Kg Tiap 2 Bulan Sekali)

Dirinya menambahkan, jika penyesuaian dilakukan dalam waktu berdekatan, maka akan menimbulkan masalah ketersediaan dan menganggu masalah distribusi. Hal ini juga mendorong oknum untuk melakukan penyimpanan dan penimbunan elpiji tersebut.

"Waktu kita melakukan penyesuaian di April itu, kita akhirnya masyarakat yang terganggu distribusinya. Karena terlalu naik, jadi ada oknum-oknum yang melakukan penimbunan, penyimpanan, penahanan barang. Kemudian peningkatan harga tidak terkendali," jelas dia.

Oleh karena itu, masih menurut Wianda, Pertamina selama ini melakukan penyesuaian harga jual elpiji 12 kg secara periodik. "Selama ini selalu kita lakukan di atas enam bulan. Karena itu kerja yang besar ya di lapangan, jadi jangan sampai mereka susah mendapatkan barang di lapangan," tutup dia.

Sebelumnya, Indonesia Coruption Watch (ICW) menyarankan Pertamina untuk melakukan evaluasi berkala untuk menetapkan harga jual LPG 12 kg, misalnya setiap dua bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan disparitas harga yang cukup tinggi.

"Menurut kami dua bulan cukup. Ditetapkan Agustus, 1 September hingga 31 Oktober diberlakukan. Ini untuk menghilangkan disparitas harga yang cukup tinggi," ujar Koordinator Divisi Research ICW, Firdaus Ilyas di Sekretariat ICW, Jalan Kalibata Timur IV D, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis 20 Agustus Kemarin.


(AHL)

Video /