Nikah Bareng, Kisah Romantis Petani dan Penjual Sayur

Ahmad Mustaqim    •    22 Agustus 2015 18:24 WIB
unik
Nikah Bareng, Kisah Romantis Petani dan Penjual Sayur
pasangan Mujimin, 62, dan Saikem, 62. Foto: MTVN/Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Cinta itu buta. Tak memandang kondisi fisik, bahkan usia. Perasaan itulah yang mungkin dirasakan pasangan Mujimin, 62, dan Saikem, 62.

Usia keduanya yang lebih setengah abad, tak membuat ragu Mujimin untuk melamar dan menikah dengan Saikem. Keduanya, lalu menikah di acara nikah bareng bertema "Nikah Ning Sendang" atau menikah di mata air.

Pernikahan pasangan itu terbilang romantis. Janji setia sehidup semati mereka ucapkan di tengah-tengah Sendang Ngembel, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Pepohonan yang berada di sekeliling sumber air itu seolah menjadi saksi bisu.

Kisah Mujimin, warga Glondongan, Bantul, dan Saikem warga Madukismo, Bantul, berawal tak jauh dari profesi yang dijalani keduanya, tiga tahun lalu. Mujimin yang berprofesi sebagai petani, hampir saban hari bekerja mengerjakan sawah. Suatu saat, ketika Mujimin istirahat di pinggir sawah, ia melihat Saikem lewat saat berjualan sayuran. Lalu, Mujimin memanggil Saikem untuk membeli tempe.

"Itu awalnya ketemu di sawah. Pas saya lewat dipanggil, mau beli tempe," kata Saikem selepas ijab qobul bersama delapan pasangan lainya di Sendang Ngembel, Pajangan Bantul, Sabtu (22/08/2015).

Saikem mengaku pertama bertemu Mujimin belum memiliki rasa. Ia menilai pertemuan itu hanya sebatas aktivitas jual beli. "Belum ada perasaan kesengsem," ucapnya.

Bermula dari pertemuan itu, Mujimin lalu kerap menunggu Saikem jika hendak beli tempe saat di sawah. Setelah beberapa kali bertemu, benih-benih cinta keduanya mulai tumbuh. "Alasannya mau beli tempe, eh malah kesengsem," kata Saikem.

Tiga tahun berpacaran, pria beranak dua tersebut lalu mengutarakan niatnya menikahi Saikem. Bak gayung bersambut, niatan Mujimin pun tak bertepuk sebelah tangan.

"Saya langsung bilang iya mau. Lha wong sudah cinta. Anak-anak Mujimin juga sudah setuju," ucap Saikem tersenyum.

Mujimin menambahkan, niatnya menikah dengan Saikem bak mendapatkah berkah. Pasalnya, niat mereka kebetulan bersamaan dengan agenda nikah bareng tersebut.

"Kami ditawari ikut nikah bareng sama kepala desa, ya kami mau saja," ungkap Mujimin.

Keduanya kini mengaku sangat bahagia telah meresmikan hubungan sah. Kendati merasa malu karena usianya telah lanjut, namun bagi mereka pernikahan tersebut tetap istimewa.


(UWA)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /