Peselancar Asing Kagumi Keeksotisan Pulau Tabuhan

Wandi Yusuf    •    22 Agustus 2015 19:40 WIB
pariwisata indonesia
Peselancar Asing Kagumi Keeksotisan Pulau Tabuhan
Pembukaan Tabuhan Island Pro Kiteboarding dimeriahkan dengan Tari Gandrung khas Banyuwangi. Foto: Pemkab Banyuwangi

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Ajang Tabuhan Island Pro Kiteboarding, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, benar-benar menjadi perkenalan Pulau Tabuhan ke seantero dunia.

Setidaknya, sejumlah peselancar yang ambil bagian dalam lomba ini mengaku terkejut melihat keeksotisan pulau ini. Joshua Stephens, peselancar dari Australia, mengatakan Pulau Tabuhan adalah lokasi yang tepat untuk para peselancar layang profesional.

“Kombinasi karakteristik angin yang sesuai dan pulau yang indah membuat kompetisi ini sangat berkesan," ujarnya, dalam keterangan pers yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (22/8/2015).

Indahnya Pulau Tabuhan membuat dia antusias mengikuti kompetisi yang diikuti 52 peselancar layang dari 20 negara itu. "Beberapa waktu lalu saya mengikuti event serupa di Australia, namun anginnya tidak sebagus di Pulau Tabuhan. Pulaunya pun masih alami dan natural. Ombaknya tidak terlalu besar sehingga cocok sekali untuk selancar layang. Saya ingin lebih lama tinggal di sini,” kata Patrick Nigel, peselancar dari Jerman.  

Pulau Tabuhan adalah pulau tak berpenghuni seluas 5 hektare dengan pantai putih bersih dan air laut jernih yang bisa ditempuh tak lebih dari 45 menit dari pusat kota Banyuwangi.

Untuk bisa menuju ke Pulau Tabuhan, dari pusat kota Banyuwangi dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menuju ke Pantai Bangsring, salah satu titik pemberangkatan ke Tabuhan. Dari Pantai Bangsring, wisatawan bisa menuju Pulau Tabuhan dengan waktu tempuh tak sampai 25 menit menggunakan kapal wisata yang dioperasikan kelompok warga lokal.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, lomba selancar layang ini merupakan sebuah ikhtiar pemerintah daerah dalam mempromosikan Pulau Tabuhan sebagai destinasi wisata baru.
"Tidak sekadar menjadi event promosi wisata, namun event ini sebagai salah satu cara menjadikan Pulau Tabuhan menjadi tujuan utama surfpoint bagi komunitas selancar internasional,” ujar Anas.

Dengan menjadi destinasi selancar layang dunia, perekonomian di sekitar lokasi diharapkan bisa terdongkrak. Apalagi, kata Anas, pasar selancar layang kini terus tumbuh pesat sebagai alternatif dari selancar air biasa.

Olahraga air ini kini digemari banyak kalangan menengah ke atas. Berdasarkan data International Kiteboarding Association, terdapat lebih dari 1,5 juta pemain kiteboarding (kitesurfing) di seluruh dunia. Perkiraan nilai pasar industri kiteboarding mencapai USD321 juta atau Rp4,33 triliun, meliputi nilai penjualan perlengkapan, penyelenggaraan lomba, dan sebagainya.

”Pulau Tabuhan semakin dikenal, termasuk banyak sekali wisatawan domestik yang berkunjung. Apalagi di sekitarnya sudah banyak fasilitas penunjang seperti resor, rumah apung dengan penangkaran hiu, snorkeling, dan wisata air. Itu semua kami harapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Anas.

Untuk diketahui, kiteboarding adalah olahraga air yang mengombinasikan selancar angin, selancar, paralayang, bahkan senam menjadi satu jenis olahraga. Para atlet di papan selancar dihubungkan dengan layang-layang paralayang. Para peselancar layang memanfaatkan angin untuk menaklukkan air dan melayang-layang di udara, lalu melandai kembali berselancar di atas air dengan gerakan-gerakan akrobatik.


(UWA)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /