AMTI: Tembakau Bisa Jadi Solusi Petani Hadapi Musim Kemarau

Arga sumantri    •    23 Agustus 2015 00:16 WIB
tembakau
AMTI: Tembakau Bisa Jadi Solusi Petani Hadapi Musim Kemarau
Ketua Umum AMTI, Budidoyo saat mengunjungi ladang tembakau di Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunem, Rwmbang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2015).--Foto:MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Rembang: Musim kemarau membuat banyak petani kesulitan bercocok tanam di ladang akibat kekurangan air. Situasi ini membuat banyak petani terancam tak produktif saat musim kemarau tiba.

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), yang fokus di bidang industri tembakau menilai, tanaman tembakau dapat menjadi alternatif bagi petani menghadapi musim kemarau. Belum lagi, peluang meraup keuntungan dari hasil budidaya tembakau dinilai cukup besar.

"Kalau musim kemarau tidak bisa tanam apa-apa. Tembakau bisa jadi alternatif ketika tanaman lain tidak bisa ditanam. Lagipula menanam tembakau bisa menghasilkan nilai ekonomi yang besar. Ini solusi sebetulnya, kenapa tidak dikembangkan," kata Ketua Umum  AMTI, Budidoyo saat meninjau ladang tembakau di Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2015).

Pria yang akrab disapa Budi itu menambahkan, industri tembakau di Indonesia punya ruang besar untuk berkembang sekaligus jadi pendapatan negara yang besar. Asalkan, para pemangku kebijakan memberikan ruang untuk mengkomunikasikan, memproses, dan memasarkan tembakau hasil petani dalam negeri.

"Regulasi juga harus diberikan dengan rasa kepastian dan keadilan. Tidak semau-maunya pemerintah. Regulasi harus diatur undang-undang secara nasional. Tidak secara parsial," terang dia.

Sebelumnya, sejumlah petani di Rembang, Jawa Tengah mengaku punya penghasilan lebih besar dari hasil tembakau dibandingkan dari hasil menanam padi yang lebih dahulu mereka jalani. Rata-rata, petani di Rembang mengaku bisa meraup pendapatan kotor minimal Rp50 juta selama satu musim tanam. Sedangkan, dari hasil menanam padi, dalam semusim masa tanam padi, mereka hanya meraup pendapatan kotor maksimal Rp30 juta.

Susilo Hadi, Kepala Bidang Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang menyatakan saat ini ada 11 Kecamatan di Rembang yang masuk kategori daerah layak tanam tembakau. Sedangkan 3 Kecamatan lainnya yakni Kecamatan Kragan, Kecamatan Kaliori, dan Sluke, dianggap kurang potensial lantaran berada dekat dengan pantai.


(ALB)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

2 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /