On This Day

2005: Sang Kurcaci Mewujudkan Mimpi di Liga Champions

Hilman Haris    •    23 Agustus 2015 09:34 WIB
pada hari ini
2005: Sang Kurcaci Mewujudkan Mimpi di Liga Champions
Striker FC Thun bersorak usai mencetak gol ke gawang Arsenal pada penyisihan grup Liga Champions 2005--2006 (ADRIAN DENNIS / AFP)

Metrotvnews.com, Thun: FC Thun hanya klub semenjana di Liga Swiss hingga akhir 1990-an. Mereka baru bisa menembus divisi teratas pada 2002. Berkaca dari prestasi musim-musim sebelumnya, Thun diyakini bakal langsung terdegradasi.

Namun prediksi itu ternyata meleset. Bak roket, Thun melesat cepat ke deretan klub papan atas kompetisi paling elite di Swiss. Hebatnya, tiga tahun setelah promosi, Thun sukses bertengger di peringkat kedua klasemen akhir Liga Swiss 2004--2005 sehingga berhak mendapat tiket ke Liga Champions 2005--2006 melalui babak kualifikasi.

Thun seolah ingin membuktikan diri bukan klub yang cuma mengandalkan keberuntungan. Dengan mengandalkan semangat ala bangsa Sparta, Thun melibas semua lawan di babak kualifikasi Liga Champions 2005--2006. Dynamo Kiev menjadi korban pertama. Thun berhasil mengalahkan raksasa Ukraina itu dengan agregat 3-2.

Klub besar Swedia, Malmo FF menjadi korban Thun berikutnya. Pada leg pertama, Thun menang dengan skor 3-0. Kemenangan atau hasil seri pada leg kedua bakal membawa Thun ke langit ke tujuh karena bisa lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Mimpi indah itu akhirnya menjadi kenyataan. Pada 23 Agustus 2005, Thun sukses menghantam Malmo dengan skor 1-0 sehingga memperbesar agregat menjadi 4-0 dan meraih tiket ke babak utama Liga Champions. 

Para pemain Thun sontak kegirangan seusai laga berakhir. Mereka nampak berhamburan ke seluruh penjuru lapangan guna meluapkan kegembiraan.

Manajemen klub juga sudah pasti semringah menyaksikan keberhasilan para pemain. Maklum, lolos ke Liga Champions berarti memberikan pemasukan besar untuk klub. Total, setiap klub bisa mendapatkan 12 juta euro (Rp189 miliar) hanya dari keikutsertaan di babak utama. Sebuah uang yang sangat besar untuk tim dengan pengeluaran 2 juta euro per musim ketika itu.

Jumlah 2 juta euro per tahun menjadikan Thun sebagai klub paling irit di antara peserta Liga Champions 2005--2006.  Thun sudah seperti kurcaci jika dibandingkan dengan Real Madrid, Manchester United, atau Barcelona yang punya pengeluaraan hingga ratusan juta euro untuk tampil di Liga Champions.

Kisah manis sang kurcaci harus berakhir buruk pada Liga Champions musim itu. Mereka hanya bisa menempati peringkat ketiga klasemen akhir penyisihan grup karena hanya memetik satu kemenangan dari enam laga.

Terasa makin miris karena prestasi Thun menukik tajam setelah kiprah heroik musim itu. Puncaknya terjadi pada 2008. Pada saat itu, Thun terdegradasi dari Liga teratas sepak bola Swiss dan harus kembali berkelana di Divisi II. Butuh tiga tahun bagi Thun untuk kembali berkiprah di pentas tertinggi. (TDIFH)


(HIL)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

3 days Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /