Wawancara Terbuka Capim KPK

Hakim Ini Dicecar soal Sering Berbeda Pendapat dalam Putusan Kasus Korupsi

Dheri Agriesta    •    24 Agustus 2015 13:27 WIB
capim kpk
Hakim Ini Dicecar soal Sering Berbeda Pendapat dalam Putusan Kasus Korupsi
Alexander Marwata saat mengikuti wawancara terbuka Capim KPK, Senin (24/8/2015). Foto: Dheri Agriesta/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah seorang calon Pimpinan KPK Alexander Marwata dicecar panitia seleksi terkait profesinya. Hakim ad hoc di Pengadilan Tipikor Jakarta ini beberapa kali berbeda pendapat (dissenting opinion) dengan anggota majelis hakim yang lain saat memutuskan kasus korupsi.

Hal itu ditanyakan pansel saat wawancara terbuka calon pimpinan KPK di Gedung III Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

Alex menjelaskan, apa yang dia putuskan saat menangani perkara, termasuk dissenting opinion, sudah melalui pertimbangan hukum yang matang.

"Itu harusnya jadi koreksi KPK atau kejaksaan dalam buat tuntutan. Mereka introspeksi dong. Saya bikin dissenting detail sekali. Berdasarkan fakta persidangan saya rajin buat catatan, ada alasannya," kata pria yang akrab disapa Toto ini di Gedug III Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2015).

Ia mengaku tak hanya sekali berbeda pendapat dengan majelis hakim lain saat putusan vonis terdakwa koruptor. Ia memberikan dissenting opinion pada perkara Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dan Mantan Gubernur Banten Ratu Atut.

Selama menjadi hakim ad hoc, Toto mengaku selalu berusaha bersikap netral dalam memutus perkara. Ia mengaku tak memihak terhadap tersangka dan juga tak ingin terperangkap dengan image yang telah dibentuk masyarakat terhadap tersangka.

"Pegangan saya fakta di dalam persidangan, tidak bisa pakai opini koran. Masa menghakimi orang yang sudah diberitakan dengan bumbu bombastis itu," kata Toto.

Toto menjamin dirinya tak pernah bersentuhan dengan gratifikasi. Ia tak pernah bertemu dengan pihak berpekara. Hingga sekarang, ia masih pulang menggunakan kereta dari tempat kerja.

"Saya tidak pernah sekali kali pun berhubungan dengan yang berperkara. Saya masih pulang ke rumah naik kereta jam 12, tidak ada masalah. Saya tidak ada hambatan psikologis," kata dia.

Jika terpilih, Toto pun ingin meningkatkan kualitas dakwaan KPK. KPK, kata dia, harus memiliki dasar yang kuat ketika nanti masuk ke persidangan.

"Perkara yang di sidang tipikor dari dakwaan. Kalau dakwaan asal-asalan dengan cara pembuktian yang tidak profesional. Nanti hakim ada mindset, bisa jadi kemunduran, karena perkara yang diajukan KPK seolah-olah KPK tidak bisa buat salah. Saya beberapa kali dissenting, tidak hanya Akil," pungkas Toto.

Salah satu dissenting opinion yang pernah disampaikan Alex adalah dalam perkara pengurusan sengketa pilkada Lebak di MK dengan terdawak Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam putusan vonis Atut, Alex berbeda pendapat dengan empat hakim lain.

Menurutnya, Atut tak terbukti korupsi. Alex, ketika itu, membebaskan Atut dari segala dakwaan karena menganggap tak ada alat bukti yang bisa menjerat Atut dalam kasus suap terhadap Akil Mochtar. Majelis Hakim menjatuhkan vonis untuk Atut selama empat tahun penjara.

Alex juga berbeda pendapat dengan hakim lain yang memvonis bekas Ketua MK Akil Mochtar penjara seumur hidup. Alex, saat itu, menilai, jaksa tak berhak menuntut Akil dengan Tindak Pidana Pencucian Uang. Sebagian pihak menilai negatif terkait seringnya Alex menyampaikan dissenting opinion. 


(KRI)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /