Politikus PDIP Dituding Terima Miliaran Rupiah dari PT MMS

Renatha Swasty    •    24 Agustus 2015 15:17 WIB
adriansyah
Politikus PDIP Dituding Terima Miliaran Rupiah dari PT MMS
Anggota DPR RI fraksi PDIP Adriansyah ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan di Bali. (Foto:MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Adriansyah didakwa menerima duit miliaran rupiah dari bos PT Mitra Maju Sukses Andrew Hidayat. Fulus diberikan sebagai pelicin untuk membantu pengurusan izin usaha tambang selama Adriansyah menjadi Bupati Tanah Laut dan anggota DPR.
 
"Terdakwa Adriansyah menerima hadiah berupa uang tunai Rp1 miliar, USD50 ribu dan SGD50 ribu dari Andrew Hidayat untuk membantu pengurusan perizinan usaha pertambangan perusahaan yang dikelola Andrew," kata Jaksa Penuntut Umum pada KPK Trimulyono Hendradi saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (24/8/2015).
 
Trimulyono mengungkapkan, pada 2012 Andrew diberikan kepercayaan oleh pemegang kendali PT Indo Asia Cemerlang (IAC) Jason Surjana Tanuwijaya untuk mengurusi PT IAC. Sejak saat itu, segala keperluan IAC diurus Andrew.
 
Sesaat setelah itu, Andrew bersama Budi Santoso Simin, pemegang saham PT MMS, bertemu Adriansyah di rumah dinas Bupati Tanah Laut. Dalam pertemuan itu, Andrew dan Budi memperkenalkan diri dan meminta Adriansyah membantu jual beli batu bara milik PT IAC dan PT Duta Dharma Utama (DDU). Andrew juga meminta bantuan Adriasyah ketika PT IAC bersengketa dengan PT Arutmin, usaha tambang milik Kepala Desa Cuka, H. Rahim.
 
"Setelah Adriansyah tak lagi menjadi Bupati, Andrew tetap sering meminta bantuan, karena Andrew menyadari terdakwa Adriansyah masih mempunyai pengaruh atas pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Tanah Laut," beber Jaksa Trimulyono.
 
Permintaan Andrew yang dibatu, yakni terdakwa menghubungi M. Hanil (Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tanah Laut) dan Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah supaya Persetujuan Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT IAC, PT DDU dari pemerintah Kabupaten Tanah Laut segera diterbitkan.
 
"Terkait bantuan itu, Andrew memberikan uang SGD50 ribu. Uang diantar ke Adriasyah lewat orang suruhan Andrew, Agung Krisdiyanto. Uang diberikan di Sanur Hotel Swiss Belhotel pada 9 April 2015 sesuai permintaan Adriasnyah," beber Jaksa Trimulyono.
 
Tak cuma itu, Andrew sebelumnya pernah memberikan duit buat Adriansyah sebayak tiga kali, yakni pada 13 November 2014 sejumlah USD50 ribu, 21 November 2014 sejumlah Rp500 juta dan 28 Januari 2015 sejumlah Rp500 juta. Uang diserahkan lewat Agung.
 
Terkait perbuatannya, Andrew diancam pidana dalam 12 huruf b atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahaan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 
Atas dakwaan jaksa, Adriansyah mengaku mengerti. Ia dan penasihat hukumnya tak akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi. "Setelah berkonsultasi, kami memutuskan tidak akan mengajukan eksepsi," kata Adriansyah.


(FZN)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /