Alasan Kapolri Keluarkan Maklumat Larangan Penimbunan Bahan Pokok

Desi Angriani    •    24 Agustus 2015 16:29 WIB
pangan
Alasan Kapolri Keluarkan Maklumat Larangan Penimbunan Bahan Pokok
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (Foto: MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Bogor: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tak serampangan menerbitkan maklumat larangan penimbunan bahan pokok. “Sinyal keras” itu lahir karena maraknya kasus penimbunan daging dan beras beberapa bulan terakhir. Pedagang dan pengusaha yang menimbun terancam pidana.
 
"Kita harus melakukan penelitian kenapa ini terjadi. Nah, oleh karena itu sebetulnya sudah ada Undang-Undang Pangan dan Perdagangan," kata Badrodin di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2015).
 
Badrodin menegaskan, ancaman tersebut sangat keras dan berlaku bagi mereka yang mencoba menimbun bahan-bahan pokok. "Pelaku usaha silakan usaha sebagaimana mestinya, tapi kalau pasokan di pasar kurang dia malah menaikkan harga, atau menahan supaya harganya melambung, atau menyimpan dan menimbun di luar batas ketentuan, tentu itu sudah masuk kategori pidana," kata Badrodin menegaskan.
 
Bahan pangan yang dimaksud dalam maklumat tersebut, antara lain padi, kedelai, jagung, daging. Termasuk bahan pokok penting lainnya yang diperlukan masyarakat.
 
Berikut poin aturan dan sanksi yang terdapat di poin ketiga maklumat tersebut.
 
a. Dengan sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal yang diperbolehkan atau di luar batas kewajaran, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan sehingga mengakibatkan bahan pokok menjadi mahal atau melambung tinggi.
 
b. Menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah atau waktu tertentu pada saat kelangkaan barang, gejolak harga dan atau hambatan lalu lintas perdagangan.


(FZN)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

6 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /