IHSG Turun, Belum Ada Emiten Kena Auto Rejection

Dian Ihsan Siregar    •    25 Agustus 2015 16:32 WIB
ihsgsaham
IHSG Turun, Belum Ada Emiten Kena <i>Auto Rejection</i>
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)‎ yang belakangan ini terjadi memberikan dampak besar bagi penurunan harga saham emiten di pasar modal Indonesia. Namun, penurunan harga saham emiten yang terjadi belum sempat menyentuh batasan auto rejection.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, ‎seharusnya aturan auto rejection berlaku. Namun, dengan melihat pelemahan harga saham emiten di penutupan perdagangan kemarin belum belum ada emiten terkena auto rejection. Sebab, belum menyentuh batasan auto rejection.

"Tidak ada. Kalau minus terendah kita lihat PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI). SOBI turun 25 persen. Harga saat itu turun dari Rp2.700 per saham ke Rp2.025. Kalau misalkan harga auto rejection sebenarnya kena di posisi Rp1.800 per saham. Tapi, pada harga Rp2.025 per saham, harga sahamnya tidak bergerak lagi, jadi saham SOBI tidak kena auto rejection," tutur Reza, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Selasa (25/8/2015).

‎Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat‎ menambahkan, pada saat indeks melemah kemarin, tidak ada satu pun emiten yang terkena auto rejection. Pasalnya, penurunan harga saham emiten belum menyentuh batasan yang telah ditetapkan dalam auto rejection.

Lebih lanjut ia menjelaskan, demi meredam aksi jual tersebut, BEI sudah memberlakukan peraturan auto rejection yang baru. Peraturan ini dikeluarkan dengan tujuan meredam aksi penjualan yang besar dan mendorong agar market lebih percaya diri.

"Kalau dana tidak keluar kita tidak bisa lakukan banyak hal, hanya saja per hari ini bursa sudah mengimplementasikan untuk peraturan auto rejection yang baru. Di mana peraturan auto rejection yang baru menggunakan batas bawah 10 persen untuk semua kelompok harga. Aturan ini agar tidak ada aksi jual yang besar dan market lebih baik," ucap Samsul.

Peraturan auto rejection yang baru sesuai dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas surat keputusan direksi, PT BEI Nomor: Kep-00096/BEI/08-2015 akan diberlakukan batasan bawah auto rejection yang baru. Aturan auto rejection BEI yang baru, yakni: 

  1. Rentang harga Rp50-Rp200. Batas atas 35 persen. Batas bawah 10 persen‎.
  2. Rentang harga Rp200-Rp500. Batas atas 25 persen. Batas bawah 10 persen‎.
  3. Rentang harga di atas Rp5.000. Batas atas 20 persen. Batas bawah 10 persen‎.



(ABD)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

3 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /