RI-Malaysia Kirim Tim Reaksi Cepat Hadapi Pembajak

Fajar Nugraha    •    26 Agustus 2015 18:35 WIB
pembajakan
RI-Malaysia Kirim Tim Reaksi Cepat Hadapi Pembajak
Kapal perang Malaysia di Selat Malaka (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Singapura: Indonesia dan Malaysia berencana untuk mengirim tim reaksi cepat menghadapi meningkatnya angka pembajakan di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Lebih dari 70 kapal diserang di kedua selat yang dikenal sangat sibuk itu. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2008, termasuk tujuh serangan yang terjadi akhir pekan lalu.

Peningkatan dari serangan ini memicu pihak Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) mengirim tim khusus yang dilengkapi dengan helikopter (STAR). Kerja sama dengan Angkatan Laut Indonesia pun diakui oleh Direktur Kejahatan Maritim MMEA Laksamana Madya Zulkifili bin Abu Bakar.

"Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia membentuk tim reaksi cepat serupa di wilayah yang sama (Selat Malaka dan Selat Singapur)," ujar Zulkifili, seperti dikutip Reuters, Rabu (26/8/2015).

"Di saat pasukan MMEA merespons perampokan dan pembajakan, anggota tim kadang akan dikerahkan ke kapal dagang yang dioperasikan oleh pihak pemerintah atau perusahaan Malaysia," lanjutnya.

Menurut Zulkifili, tim STAR merupakan tambahan dari personel MMEA yang ditugaskan untuk melakukan operasi anti-pembajakan. "Saya tidak bisa menyebutkan jumlah personelnya, tetapi ini sangat cukup untuk melakukan operasi pembajakan," tegas Zulkifili.

Indonesia, Singapura dan Malaysia sudah melakukan koordinasi laut dan menurunkan patroli polisi di Selat Malaka dan Laut China Selatan. Namun operasi tersebut kerap dihadang oleh sumber daya, kondisi ini memudahkan para pembajak melakukan aksinya.

Ahli keamanan dan perkapalan menyambut baik langkah ini, namun mereka mendesak adanya pendekatan yang lebih aktif.

"Saat ini yang dibutuhkan adalah sikap proaktif, kehadiran tetap pihak keamanan di wilayah rawan khususnya di saat gelap," sebut Manajer konsultan keamanan maritim Dryad Maritime, Mark Thomas.

Sementara Juru Bicara perusahaan perkapalan Maersk Line, Michael Storgaard menilai yang dibutuhkan saat ini adalah kapal yang melintas perairan Malaysia dan Singapura mengambil langkah keamanan.

 


(FJR)


Moura: Tottenham Juara Liga Champions? Mengapa Tidak?
Liga Champions 2017--2018

Moura: Tottenham Juara Liga Champions? Mengapa Tidak?

8 hours Ago

Spurs terakhir kali meraih gelar juara pada 2008. Saat itu, mereka tampil sebagai kampiun usai …

BERITA LAINNYA
Video /